Insentif Kendaraan Listrik Mau Dihentikan, DEN Wanti-Wanti soal Subsidi BBM

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Dewan Energi Nasional (DEN) menilai akselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia diperkirakan menghadapi ujian berat pada awal 2026.

Insentif Kendaraan Listrik Mau Dihentikan, DEN Wanti-Wanti soal Subsidi BBM. (Foto Istimewa)

IDXChannel — Dewan Energi Nasional (DEN) menilai akselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia diperkirakan menghadapi ujian berat pada awal 2026. Hal itu menyusul wacana pemerintah untuk tidak melanjutkan sejumlah insentif fiskal yang selama ini menopang pertumbuhan pasar EV.

Anggota DEN M Kholid Syeirazi mengatakan, hal tersebut berisiko menekan penjualan kendaraan listrik ditingkat ritel. Sebab, beberapa stimulus utama resmi berakhir tahun ini.

Baca Juga:
Penghentian Insentif Mobil Listrik di 2026 Dinilai Kurang Tepat, Ini Alasannya

"Mulai dari pembebasan bea masuk mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) impor utuh (completely built up/CBU) hingga skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10 persen," katanya kepada awak media, Kamis (15/1/2026).

Kholid menuturkan, melemahnya minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik dapat berdampak langsung pada meningkatnya beban subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Baca Juga:
Surati Purbaya, Menperin Beri Bocoran Terkait Insentif Industri Otomotif 2026

Kondisi tersebut dinilai semakin berisiko mengingat sistem penyaluran subsidi BBM di Indonesia masih bersifat terbuka.

Baca Juga:
Menkeu Purbaya Belum Terima Surat Menperin Terkait Insentif Kendaraan Listrik 2026

“Seharusnya subsidi itu diberikan secara tertutup. Ada atau tidaknya EV, subsidi BBM kita memang belum tepat sasaran. Sistem terbuka pada penyaluran BBM sangat rawan moral hazard dan penyimpangan,” kata Kholid yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Center for Energy Policy tersebut.

Menurutnya, penghentian insentif tidak hanya memicu kenaikan harga kendaraan listrik di pasar, tetapi juga berpotensi menurunkan minat konsumen yang sejak awal sangat sensitif terhadap harga. Selama ini, insentif fiskal berperan sebagai pemanis (sweetener) yang mendorong konsumen beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil (internal combustion engine/ICE) ke EV.

“PPN itu salah satu demand booster penjualan. Insentif tersebut menjadi pemanis agar konsumen mau pindah dari ICE ke EV. Tanpa itu, kenaikan harga per unit bisa mencapai sekitar 15 persen,” kata dia.

Meski demikian, Kholid memahami langkah pemerintah menghentikan stimulus fiskal sebagai konsekuensi realistis untuk menjaga ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penyesuaian tersebut dinilai penting guna memberi ruang fiskal bagi berbagai program prioritas di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, Kholid mengingatkan agar pemerintah tidak sepenuhnya melepas dukungan terhadap industri kendaraan listrik. Menurutnya, masih ada ruang untuk mempertahankan sejumlah insentif, seperti pajak daerah yang rendah maupun stimulus nonfiskal, termasuk pembebasan dari kebijakan ganjil-genap.

Hingga kini, kata Kholid, pelaku industri otomotif dan calon konsumen masih mencermati dampak riil kenaikan harga di tingkat dealer terhadap penjualan nasional, khususnya pada kuartal I-2026.

“Yang ditunggu konsumen sebenarnya adalah insentif pengganti apa yang akan ditawarkan pemerintah. Jika PPN DTP dan relaksasi bea impor CBU dicabut, harapannya ada pada instrumen pajak lain. Selama pajaknya tetap rendah, itu masih bisa menjadi demand booster bagi pasar,” katanya.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hilang Sejak 27 Desember 2025, Pendaki Gunung Slamet asal Magelang Ditemukan Meninggal Dunia
• 15 jam lalumerahputih.com
thumb
Malam Terpanjang Iran: Ketika Dunia Dibungkam dan Rakyat Dihabisi
• 20 jam laluerabaru.net
thumb
Chevron Berpotensi Dapat Perluasan Lisensi di Venezuela Demi Tingkatkan Pasokan Minyak AS
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Cloudera: Perusahaan akan Meninjau Kembali Fondasi Data Mereka Tahun 2026
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sebanyak Rp1,25 Miliar Disalurkan untuk Perbaikan Masjid Terdampak Bencana Sumut
• 19 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.