Titiek Soeharto Dorong Penguatan Anggaran untuk Pemulihan Pascabencana Sumatera

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mendorong adanya penguatan anggaran untuk pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sebab, pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor tidak dapat dilakukan secara parsial. Oleh karena itu, program pemulihan sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan harus berjalan beriringan.

Baca juga: BNPB Intensifkan Modifikasi Cuaca untuk Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumatera

Dorongan tersebut disampaikannya dalam rapat kerja bersama bersama Menteri Pertanian, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Menteri Kehutanan, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

"Kami mendorong agar penanganan dan pemulihan pascabencana ini didukung oleh anggaran yang memadai, sehingga masyarakat terdampak bisa segera bangkit dan kembali beraktivitas," ujar Titiek dalam rapat, Rabu.

Ia menegaskan pentingnya pemulihan pascabencana untuk sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan di daerah terdampak bencana.

Baca juga: Menhut Moratorium Penebangan dan Pengangkutan Kayu Usai Banjir Sumatera

Sebab, banyak petani hingga nelayan yang kehilangan mata pencahariannya akibat banjir dan tanah longsong yang melanda tiga provinsi di Sumatera.

"Ini menyangkut sektor pertanian, kelautan, dan kehutanan. Banyak sawah petani yang tidak bisa ditanami lagi. Kalaupun direhabilitasi, tentu membutuhkan waktu," ujat Titiek.

Komisi IV, kata Titiek, akan terus mengawal kebijakan dan alokasi anggaran pemerintah agar proses pemulihan pascabencana di Sumatera berjalan efektif dan berkelanjutan.

Baca juga: Pemerintah Izinkan Kayu Sisa Banjir Sumatera untuk Rekonstruksi, tetapi Tak Boleh Dikomersialisasi

Dok. Kementerian PU Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah menyelesaikan pemasangan Jembatan Bailey Krueng Beutong di Kecamatan Beutong Ateuh Benggala, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.

Ribuan Hektare Sawah Rusak

Dalam rapat tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan, lahan sawah yang rusak akibat banjir bandang dan longsor di Sumatera mencapai 107,4 ribu hektar.

"Berdasarkan data per tanggal 13 Januari 2026, sawah yang terdampak bencana di ketiga provinsi mencapai 107,4 ribu hektar yang terdiri atas sawah rusak ringan 56,1 ribu hektar, rusak sedang 22,2 ribu hektar, rusak berat 29,1 ribu hektar," kata Amran.

Dari total tersebut, areal tanam padi dan jagung yang mengalami gagal panen mencapai 44,6 ribu hektar.

Baca juga: Kritik Banjir Sumatera Berbuntut Teror, Konten Kreator dan Aktivis Adukan ke Bareskrim

Sementara itu, lahan tanaman kopi, kakao, kelapa dalam dan lain-lainnya di luar lahan sawit yang terdampak mencapai 29,3 ribu hektar.

Adapun lahan hortikultura yang terdampak, meliputi lahan sayuran, buah, dan tanaman obat mencapai 1.800 hektar.

Amran menyebutkan, Kementerian Pertanian menganggarkan Rp 1,49 triliun untuk pemulihan pascabencana.

Baca juga: Mentan Minta Rp 5,1 Triliun untuk Pulihkan Lahan Pertanian di Sumatera

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sementara rehabilitasi sawah yang mengalami kerusakan berat akan bersinergi dengan kementerian ATR/BPN dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Dari rehabilitasi lahan sawah ringan sedang dan irigasi sebesar Rp 736,21 miliar, bantuan benih tanaman pangan Rp 68,6 miliar, rehab kawasan perkebunan Rp 50,46 miliar, serta penyediaan alsintan pupuk partisipasinya Rp 641,25 miliar," kata Amran.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Apa Itu Cereulide? Toksin di Balik Penarikan Produk Sufor Nestle di 49 Negara
• 9 jam laludetik.com
thumb
RSUD Kudus Bebaskan Biaya Perawatan Warga Terdampak Banjir
• 46 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Daftar Lengkap 18 Proyek Hilirisasi Danantara, Nilai Investasi Tembus Rp 618 T
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
10 Cara Mengusir Ular dari Rumah
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
Beda Arah Pasar Saham vs Pasar Uang, IHSG Rekor 9.000 Kala Rupiah Terpuruk
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.