Transformasi Raphinha: Dari Titik Nadir Menuju Ikon Baru Barcelona

mediaindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita

MEDIA Spanyol kini kompak melabeli Raphinha sebagai "pahlawan" dan "pembeda." Dua golnya ke gawang Real Madrid pada Minggu (11/1) tidak hanya mengunci kemenangan Barcelona, tetapi juga memastikan gelar Supercopa de Espana keempat secara beruntun. Namun, di balik kegemilangan ini, tersimpan kisah penebusan bagi seorang pemain yang sempat nyaris menyerah di Camp Nou.

Sejak didatangkan dari Leeds United pada Juli 2022, perjalanan pemain asal Brasil ini tidaklah mulus. Di bawah bayang-bayang ekspektasi tinggi, Raphinha justru terjebak dalam inkonsistensi. 

Dalam dua musim pertamanya, ia lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan, hanya memulai 42 pertandingan sebagai starter dari total 76 laga yang ada.

Baca juga : Hansi Flick Lega Barcelona Lewati Periode Buruk

"Ada banyak keraguan pada diri sendiri," ungkap Raphinha saat merefleksikan musim debutnya. "Saya memiliki kebiasaan buruk mengkritik diri sendiri secara berlebihan, sehingga tekanan itu membuat saya berpikir untuk pergi."

Bahkan setelah final hari Minggu, pemain berusia 29 tahun itu mengakui perjuangan mentalnya, seraya memberikan apresiasi kepada rekan setimnya, Ronald Araujo, yang juga sempat menepi demi menjaga kesehatan mental.

Efek Revolusioner Hansi Flick

Titik balik karier Raphinha terjadi saat Hansi Flick menggantikan Xavi Hernandez pada Mei 2024. Kehadiran Flick membawa suntikan kepercayaan diri yang selama ini hilang.

Baca juga : Hansi Flick Optimistis Xabi Alonso akan Segera Kembali Tukangi Klub Besar

"Jika Hansi Flick tidak datang, saya pasti sudah meninggalkan Barca. Dia mengubah segalanya," ujar Raphinha jujur. "Dia mengatakan bahwa saya akan menjadi pemain penting. Itulah yang dibutuhkan seorang pemain: kepercayaan."

Statistik membuktikan bahwa transformasi ini bukanlah sekadar euforia sesaat. Di bawah asuhan Xavi, Raphinha mencatatkan 20 gol dan 23 assist dari 87 penampilan. Namun di tangan Flick, meski baru melakoni 74 pertandingan, produktivitasnya melonjak tajam dengan raihan 45 gol dan 26 assist.

Pemain Spesialis Laga Besar

Bukan hanya jumlah gol yang meningkat, tetapi juga signifikansi gol tersebut. Raphinha telah berevolusi menjadi pemain yang muncul di saat-saat krusial. 

Selain performa fenomenalnya di Supercopa de Espana, ia juga diingat lewat gol kemenangan dramatisnya melawan Benfica di Liga Champions musim lalu.

Hansi Flick memuji mentalitas anak asuhnya itu sebagai sesuatu yang "luar biasa." Menurut Flick, intensitas yang dibawa Raphinha mampu menularkan energi positif ke seluruh tim.

"Anda bisa lihat dia melewatkan peluang pertamanya di pertandingan itu, tetapi pada peluang kedua, dia ada di sana, mencetak gol pertama dan memberi tim kepercayaan diri lebih," puji Flick. "Inilah yang dia berikan. Rapha di lapangan adalah tentang intensitas, dan kami membutuhkan itu."

Kini, Raphinha bukan lagi opsi cadangan yang diperdebatkan. Ia telah menjelma menjadi salah satu penampil paling konsisten dan pilar utama dalam rencana besar Barcelona di masa depan. (bbc/Z-1)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mahasiswa Uji Materi KUHP di MK Soal Batas Penghinaan Presiden
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Cek Harga Emas Antam Hari Ini, Naik Rp10 Ribu per Gram
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Menjemput yang Tak Terlihat: Sekolah Rakyat dan Ikhtiar Presiden Memutus Rantai Kemiskinan bagi The Invisible People
• 8 jam laludetik.com
thumb
Garuda Indonesia Pastikan Tak Buka Rekrutmen Awak Kabin, Termasuk Pramugari
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Sertifikat Halal Tingkatkan Daya Saing Produk Nasional di Pasar Internasional
• 1 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.