Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan para rektor hingga guru besar, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda Presiden untuk berdiskusi dan menyampaikan perkembangan terkini kondisi negara serta rencana besar ke depan.
"Jadi hari ini memang betul ada agenda dari Bapak Presiden, bukan memanggil ya, ini bagian dari agenda Bapak Presiden sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan untuk berdiskusi, menyampaikan pandangan-pandangan beliau, update-update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan," kata Pras di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
Pras menyebut sekitar 1.200 undangan hadir dalam diskusi tersebut.
"Jadi kurang lebih 1.200 undangan yang hari ini akan berdiskusi bersama dengan Bapak Presiden," ucapnya.
Selain swasembada pangan dan energi, lanjut Pras, Presiden juga menaruh perhatian besar pada penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan. Hal itu ditunjukkan melalui peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi, serta SMA Taruna Nusantara di Malang.
"Kalau saudara-saudara perhatikan, ini bagian dari kemarin dalam satu minggu betul-betul kita ingin menjadikan pendidikan, karena memang kita pahami pendidikan adalah salah satu pondasi dan faktor kunci," imbuhnya.
"Jadi selain kita mengejar dan bekerja keras mencapai swasembada pangan, swasembada energi, maka salah satu pondasi utamanya adalah sumber daya manusia, pengawakan baik sekarang maupun ke depan menuju Indonesia Emas 2045," sambungnya.
Lebih lanjut, Pras mengungkapkan diskusi tersebut akan membahas berbagai topik seperti bagaimana mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter. Ia menyebut berdasarkan data, Indonesia masih kekurangan hampir di atas 100 ribu dokter.
Selain itu, kualitas perguruan tinggi turut menjadi perhatian, mulai dari peningkatan mutu dosen hingga sarana dan prasarana pendidikan. Pemerintah juga tengah mengkaji upaya pengurangan beban operasional perguruan tinggi negeri.
Menurut Prasetyo, langkah tersebut sejalan dengan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Sehingga kalau memungkinkan, kita sedang coba menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat maju dan berkualitas dan tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat atau bagi mahasiswa," tuturnya.
Editor: Redaktur TVRINews




