Kehadiran Toyota Veloz Hybrid di pasar mobil baru belum sepenuhnya menggerus minat konsumen terhadap Veloz bermesin konvensional di bursa mobil bekas. Model Veloz keluaran sebelum versi hybrid justru masih menjadi buruan, terutama varian tertinggi.
Owner lapak mobil di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Peter, menyebut pasar Veloz bekas memang mengalami penyesuaian harga sejak versi hybrid diperkenalkan. Namun penurunannya dinilai tidak signifikan dan masih berada di level yang sehat.
“Ada turun, tapi enggak terlalu banyak. Peminat Veloz masih banyak,” ujar Peter saat kepada kumparan belum lama ini.
Menurutnya, faktor harga menjadi pertimbangan utama konsumen. Toyota Veloz Hybrid saat ini dipasarkan mulai sekitar Rp 299 juta untuk tipe bawah, sementara varian Q Hybrid berada di kisaran Rp 340 jutaan. Selisih harga yang cukup lebar membuat konsumen beralih ke unit konvensional bekas.
“Orang mau beli yang Rp 340 jutaan kan lumayan. Beda hampir Rp 100 jutaan. Makanya yang 2024 ke bawah masih dicari,” jelasnya.
Di pasar mobil bekas, Toyota Veloz tipe Q produksi 2024 saat ini masih dilepas di kisaran Rp 240–250 jutaan. Rentang harga tersebut dinilai ideal bagi konsumen dengan bujet di angka Rp 220–230 jutaan yang masih bisa ditoleransi dengan sedikit penyesuaian.
“Kalau Veloz tipe Q tahun 2024 sekarang sekitar Rp 240 sampai Rp 250 juta. Budget segitu masih oke buat banyak orang,” kata Peter.
Ia menambahkan, meski versi hybrid sudah hadir, dampaknya ke pasar bekas belum terasa signifikan. Pasalnya, unit Veloz Hybrid bekas sendiri belum tersedia secara luas di pasaran.
“Mungkin nanti tunggu satu tahun berjalan. Kalau sudah mulai ada bekasnya, baru kelihatan pasar Veloz Hybrid itu bagaimana,” pungkasnya.
Menurut Peter, kondisi ini menunjukkan bahwa dalam waktu dekat, Toyota Veloz konvensional khususnya varian Q masih akan mempertahankan daya tariknya di pasar mobil bekas.




