Tokoh NU Beber Alasan Gus Yaqut tak Hadiri Pansus dan ke Perancis karena Perintah Jokowi, Umar Hasibuan: Mengiring Opini

fajar.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Salah satu Tokoh Nadhatul Ulama (NU) Umar Hasibuan menyorot tajam ke pernyataan kader NU, Islah Bahrawi.

Sorotannya ini terkait pernyataan Islah Bahrawi soal penetapan tersangka terhadap mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.

Salah satu agenda yang terjadi saat itu adalah konferensi perdamaian dunia di Prancis yang dibuka oleh Presiden Emmanuel Macron.

Momennya bertepatan dengan agenda pansus yang membuat Gus Yaqut tidak hadir.

Awalnya, Presiden Jokowi disebut menunjuk Kementerian Pertahanan (Menhan) sebagai delegasi Indonesia dalam konferensi tersebut, mengingat isu perdamaian dunia erat kaitannya dengan tugas Menhan Prabowo Subianto.

Namun keputusan kembali berubah dimana Jokowi disebut mengeluarkan surat reposisi yang memindahkan posisi delegasi Indonesia ke konferensi perdamaian dunia dari Prabowo kepada Yaqut selaku Menteri Agama.

“Lalu kemudian Jokowi membuat surat reposisi. Posisi dari Prabowo dipindah kepada Gus Yaqut selaku Menteri Agama untuk mengikuti konferensi perdamaian dunia itu dengan Macron di Perancis,” ungkap Islah.

Langkah yang diambil Jokowi saat itu disebutnya sebagai agar Yaqut tidak menghadiri pansus DPR.

Ia bahkan menyebut keputusan itu sebagai arahan langsung dari Presiden.

“Kenapa seperti itu? Ya supaya Gus Yaqut tidak datang ke pansus. Itu perintah Jokowi,” tegasnya.

Padahal menurutnya, kehadiran Gus Yaqut di DPR justru penting untuk menjelaskan persoalan yang berkembang di publik.

Hal ini yang kemudian disorot tajam oleh Umar Hasibuan lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya.

Ia melemparkan sindiran keras ke Islah Bahrawi untuk tidak percaya dengan pernyataannya itu.

“Kalian percaya sama ex jongos jkw ini? Saya sih gak percaya,” tulisnya dikutip Kamis (15/1/2026).

Lebih jauh, Islah disebutnya tengah berusaha mengiring opini agar Gus Yaqut mendapatkan teman.

Selain itu dari pernyataannya ini, Umar mengatakan ada upaya untuk mengirim sinyal meminta bantuan ke Jokowi.

“Menurut keyakinan saya org ini menggiring opini agr yaqut cari teman dan minta back up jokowi,” tuturnya.

“Setuju gak gaes?,” terangnya.

(Erfyansyah/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menatap Abad Kedua Teh Kayu Aro
• 21 jam laludisway.id
thumb
John Herdman Latih Timnas Indonesia, Fans Ini Berharap Bisa Kembalikkan Kepercayaan Publik Terhadap Kekuatan Skuad Garuda
• 22 jam lalubola.com
thumb
Profil Ketua DPRD Palopo Darwis Terang-terangan Orasi Pembentukan Luwu Raya, Kader Nasdem
• 12 jam lalutribuntimur.com
thumb
BLACKPINK akan merilis EP baru pada Februari 2026
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Populer: Eksistensi Toko Kopi Bis Kota; Jerome Powell Dibela Bank Sentral Global
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.