Pemerintah Bakal Beri Insentif Finansial untuk Peneliti yang Memenangkan Dana Hibah

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menjelaskan mulai tahun ini pemerintah akan memberikan insentif finansial bagi peneliti yang mendapatkan hibah.

Stella menjelaskan Pemerintah telah memperjuangkan keras terkait insentif bagi peneliti. Sebab, dalam beberapa tahun belakangan insentif finansial tidak dikucurkan. 

"Desember 2025 janji ini didepati dan sejak 2026 akan terdapat insentif finansial langsung kepada dosen peneliti yang memenangkan dana hibah riset dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi," kata Stella di Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis (15/1/2026).

Menurut Stella, pemerintah pun tengah berupaya menggenjot riset. Dia menjelaskan dana riset Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi telah meningkat 218% dalam setahun.

Stella juga menjelaskan Presiden Prabowo menggelar pertemuan dengan 1.200 rektor dan guru besar pada hari ini, Kamis (15/1/2026).

Agenda pertemuan kali ini berupa dialog khusus dengan akademisi di bidang sosial humaniora.

Baca Juga

  • Prabowo Kumpulkan Rektor dan Guru Besar di Istana, Ini yang Dibahas
  • Prabowo Gelar Pertemuan Dengan Rektor hingga Guru Besar di Istana
  • Mentahkan Ide Kepala Daerah Ditunjuk DPRD, Rektor Paramadina Kenalkan Pilkada Jalan Tengah

Pada Maret 2025, Prabowo juga pernah menggelar pertemuan serupa. Saat itu, Prabowo menyampaikan pengarahan terkait kebijakan pemerintah serta rencana pembangunannya.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pertemuan dengan ribuan rektor dan guru besar merupakan agenda Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan untuk berdiskusi, menyampaikan pandangan-pandangannya, hingga kabar terkait kondisi negara maupun kondisi geopolitik. Selain itu, Presiden akan menyampaikan rencana-rencana besar yang harus dikerjakan ke depan.

"Oleh karena itu, Bapak Presiden melakukan banyak komunikasi dengan berbagai pihak. Dan hari ini kebetulan jadwalnya adalah beliau [Presiden Prabowo] akan berdiskusi dan membangun komunikasi kepada para rektor, guru besar, baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta. Jadi kurang lebih 1.200 undangan yang hari ini akan berdiskusi bersama dengan Bapak Presiden," tutur Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis (15/1/2026).

Menurut Prasetyo, Prabowo ingin menjadikan pendidikan sebagai pondasi dan faktor kunci dalam pembangunan. 

"Jadi selain kita mengejar dan bekerja keras mencapai swasembada pangan, swasembada energi, maka salah satu pondasi utamanya adalah sumber daya manusia," kata Prasetyo. 

Prasetyo menjelaskan sebelumnya para rektor hingga guru besar telah memulai diskusi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sejumlah pembahasan di antaranya terkait kebutuhan dokter di Indonesia. Mengacu data, menurutnya Indonesia kekurangan hampir di atas 100.000 dokter.

Kemudian, pembahasan juga terkait kualitas lembaga-lembaga pendidikan, universitas-universitas, baik dosen hingga sarana prasarananya. Pemerintah pun menghitung dan berpikir untuk mengurangi beban operasional di setiap Perguruan Tinggi Negeri. Tujuannya agar tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat atau mahasiswa.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hoffenheim bantai Monchengladbach, RB Leipzig atasi Freiburg
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Dari Batas Wilayah hingga Two Plus Two, Ini Strategi Diplomasi Ketahanan Indonesia
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Wamen Stella: Presiden Prabowo Akan Bangun 10 Kampus Baru untuk Kedokteran
• 10 menit lalukumparan.com
thumb
Pascabanjir Bandang, 5 Desa di Aceh Tengah Masih Terisolasi Akibat Jembatan Putus | BERUT
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Revitalisasi pasar di Jakarta diminta tidak hanya jadi agenda rutin
• 6 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.