Apa yang Perlu Dibenahi agar Return Investasi Danantara Meningkat?

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Dannatara diharapkan mampu mencetak imbal hasil investasi yang lebih tinggi pada 2026 seiring mulai dieksekusinya sejumlah proyek yang telah dipersiapkan. Kinerja ini juga diharapkan memberi efek positif bagi perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dengan hadirnya Danantara, maka dividen yang didapatkan dari perusahaan BUMN yang sebelumnya disetorkan ke Kementerian Keuangan diharapkan dapat dikelola secara pruden, secara hati-hati oleh Danantara. Dana tersebut kemudian dapat diinvestasikan demi keberlanjutan jangka panjang BUMN dan masa depan ekonomi nasional.

Pengamat BUMN Toto Pranoto menilai Danantara sudah cukup melakukan pembenahan internal sepanjang 2025. Karenanya, tahun ini badan pengelola investasi tersebut perlu lebih fokus pada eksekusi proyek dan aksi korporasi. Menurut dia, langkah ini penting untuk memperkuat kontribusi BUMN dan meyakinkan publik bahwa pengelolaan BUMN di bawah Danantara berjalan lebih baik.

“Sehingga kontribusi BUMN bisa semakin meningkat. Publik butuh diyakinkan bahwa pengelolaan BUMN di bawah Danantara bisa lebih baik dibanding periode sebelumnya,” kata Toto kepada Katadata, Rabu (14/1).

Sebagai pengelola dana investasi negara, Danantara diharapkan mampu menambah imbal hasil melalui pengembangan berbagai proyek hilirisasi yang sedang berjalan. Toto memandang terdapat beberapa strategi yang dapat dioptimalkan. Antara lain menempatkan investasi negara dalam portofolio investasi yang bersifat unggulan dengan likuiditas tinggi (blue chip) yang sudah terkenal menjanjikan return yang tinggi dalam investasi, baik di pasar domestik maupun pasar modal global.

Selain itu, Danantara juga dapat menempatkan dana dalam instrumen investasi langsung (direct investment) yang berpotensi menarik investor global. Dengan begitu, proyek tidak hanya menjanjikan return yang baik, tetapi juga membuka peluang lain yang bernilai positif.

“Di samping juga bisa sediakan lapangan kerja serta punya multiplier effect yang signifikan,” kata Toto.

Sementara itu Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menambahkan empat rekomendasi agar imbal hasil Danantara dapat meningkat tahun ini. Pertama, investasi tersebut mesti berorientasi jangka panjang dengan estimasi sekitar 5-10 tahun. Menurut Wijayanto, investasi dengan orientasi jangka panjang imenjadi kunci sukses Sovereign Wealth Fund seperti Temasek di Singapura, Khazanah, dan GIC. 

Kedua, Danantara dapat meminimkan terjadinya politisasi kebijakan badan, yang acap kali melibatkan kepentingan politik dari pemerintah. Ketiga, penugasan yang berada di luar kapasitas dan kapabilitas lembaga sebaiknya dikurangi. Dan yang keempat adalah memastikan BOC dan BOD yang memimpin BUMN dan anak perusahaannya dipilih secara profesional. 

“Jadi, sebaiknya Danantara tidak terlalu fokus mengejar target jangka pendek seperti keuntungan atau dividen tahun 2026, tetapi perlu lebih mengejar target strategis jangka menengah-panjang,” ujar Wijayanto.

Bagaimana Sebaiknya Restrukturisasi BUMN?

Selain menggapai return dalam investasi, Danantara juga diharapkan dapat membenahi perusahaan BUMN yang berjumlah sekitar 1.064 entitas anak dan cucu usaha. Usaha restrukturisasi tersebut sejatinya telah berjalan sejak tahun lalu.

Dalam laporan Danantara Economic Outlook 2026, disebutkan bahwa usaha restrukturisasi yang dilakukan Danantara terhadap beberapa emiten berjalan efektif. Beberapa perusahaan hampir ambruk seperti PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dapat menaikkan kinerja harga sahamnya dalam beberapa bulan setelah restrukturisasi. 

Tak hanya itu Chief Executive Officer Danantara, Rosan P Roeslani, juga mengklaim harga saham TLKM telah naik 81% sejak enam bulan terakhir dengan valuasi saham yang meningkat hingga Rp 115 triliun. Menurut Rosan, kenaikan harga saham TLKM serta emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya yang didorong untuk bertransformasi oleh Danantara.

“Contohnya yang kita lakukan ada di beberapa BUMN, tapi mungkin yang paling besar salah satunya di Garuda, di Telkom, di Krakatau Steel, yang dimana itu responnya sangat positif,” kata Rosan dalam diskusi bertajuk Peran Danantara Indonesia Mendorong Pertumbuhan Berkualitas di Jakarta, Rabu (14/1).

Rosan menjelaskan, Danantara sedang melakukan transformasi besar-besaran terhadap perusahaan BUMN, khususnya dalam segi Sumber Daya Manusia. Dia berharap, rencana tersebut dapat terealisasi pada BUMN dari yang besar hingga ke bawahnya.

Toto mengingatkan, restrukturisasi ke depan sebaiknya lebih berfokus pada program streamlining melalui opsi merger, likuidasi, atau langkah lain. Tujuannya, jumlah BUMN menjadi lebih ramping sehingga fokus bisnis lebih tajam dan proses monitoring lebih mudah.

“Intinya jumlah BUMN bisa lebih sedikit, namun lebih berdaya saing dan kompetitif,” kata Toto.

Senada, Wijayanto menilai restrukturisasi BUMN sakit perlu menjadi prioritas dan dijalankan secara tuntas. Menurutnya, penyelamatan BUMN tak boleh sekadar mempertahankan keberadaan perusahaan, tetapi memastikan mereka kembali produktif.

“Danantara perlu tegas. Jika memang harus ada penutupan BUMN atau PHK, lakukan saja, asal dengan proses sesuai ketentuan,” kata Wijayanto.

Ia menambahkan, proses delisting juga merupakan hal wajar dalam restrukturisasi. Menurutnya, jika ada BUMN yang perlu delisting seperti Indofarma, langkah tersebut tidak harus dihindari. Bahkan, dalam beberapa kasus, menjadi perusahaan publik justru memperumit proses restrukturisasi.

Di antara emiten BUMN yang akan dimerger antara lain PT PP Tbk (PTPP) yang rencananya akan bergabung dengan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan ditargetkan rampung pada 2026. Adapun PT Waskita Karya (Persero) Tbk bakal dilebur ke PT Hutama Karya (Persero)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Syafiq Ali Diduga Tewas 5 Hari Lalu di Gunung Slamet, Begini Kondisi Jasadnya
• 16 jam laludetik.com
thumb
Kiat 3 Penantang Jegal Persib Hatrik Juara Super League: Butuh Konsistensi dan Kedalaman Tim Kuat
• 16 jam lalubola.com
thumb
5 Rumah Terbakar di Kawasan Toko Emas Somba Opu
• 11 jam lalutribuntimur.com
thumb
Pelukan Jokowi-Eggi Sudjana di Solo Akhiri Drama Sengketa Ijazah: Bagaimana Nasib Roy Suryo Cs?
• 19 jam lalusuara.com
thumb
Terungkap Kejanggalan Selama Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet, Ditemukan di Area yang Dilalui Tim Pencari Berkali-kali
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.