Penulis: Azam Afnan
TVRINews, Jambi
Musim hujan yang masih berlangsung hingga awal tahun 2026 membuat sebagian lahan persawahan tadah hujan di Kabupaten Muaro Jambi digenangi air. Ketinggian air bervariasi mulai dari 30 centimeter (cm) hingga 1 meter.
Berdasarkan catatan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Muaro Jambi, terdapat 544 hektare lahan yang terendam banjir luapan sungai Batanghari. Diantaranya 518 hektare di Kecamatan Kumpeh, 18 hektare di Taman Rajo dan 8 hektare di Kecamatan Sekernan.
Kondisi tersebut membuat para petani menunda penanaman padi di masa tanam kedua hingga air surut.
"Sejauh ini masih dilakukan pendataan terkait luas lahan yang telah ditanami padi dan terdampak banjir luapan sungai Batanghari. Tanaman padi yang terendam banjir ini, berada di desa Pudak dan Tantan," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Muaro Jambi, Evi Syahrul.
Sementara untuk luas lahan yang sudah ditanami padi oleh petani mencapai 81 hektare.
Pemerintah daerah dan para petani berharap air segera surut sehingga padi yang telah ditanam tidak terdampak banjir dan petani dapat turun ke sawah untuk menanam padi.
Editor: Redaktur TVRINews




