Jakarta, ERANASIONAL.COM – Kabar mengejutkan datang dari Farida Nurhan, food vlogger ternama Tanah Air yang dikenal luas lewat jargon khasnya, “Awur-awur emplok!”. Perempuan yang akrab disapa Omay ini secara resmi mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari YouTube, platform yang telah membesarkan namanya selama bertahun-tahun.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Farida Nurhan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, Farida mengungkap bahwa keputusan besar ini bukanlah langkah yang diambil secara spontan, melainkan telah melalui pertimbangan panjang dan pergulatan batin yang tidak singkat.
Farida menyebut, keinginan untuk berhenti dari YouTube sebenarnya sudah muncul sejak hampir dua tahun terakhir. Selama kurang lebih 18 bulan, ia mengaku terus berdialog dengan dirinya sendiri sebelum akhirnya mantap mengambil keputusan untuk pamit dari platform berbagi video tersebut.
“BERAT TAPI SAATNYA UNTUK PERGI. TERIMA KASIH YOUTUBE SUDAH MEMBUAT OMAY KAYA RAYA!!” tulis Farida Nurhan dalam unggahannya, Selasa (13/1/2026).
Ungkapan tersebut mencerminkan rasa haru sekaligus syukur Farida atas perjalanan panjangnya sebagai kreator konten di YouTube. Ia tidak menampik bahwa platform tersebut telah memberinya banyak hal, mulai dari popularitas, pengalaman, hingga pencapaian finansial yang mampu mengubah hidupnya.
Dalam pernyataan lanjutan, Farida juga menyampaikan rasa terima kasih atas rezeki dan kesempatan yang ia peroleh selama aktif membuat konten kuliner. Ia mengaku banyak mimpi masa kecil dan masa mudanya yang akhirnya terwujud berkat konsistensinya berkarya di dunia digital.
“Last but not least, terima kasih buat harta karunnya. Banyak mimpi masa kecil dan mudaku yang terwujud karena ngonten di platform-mu,” tulisnya.
Tak hanya mengumumkan pensiun, Farida Nurhan juga membuat publik terkejut dengan keputusan menjual kanal YouTube miliknya. Ia secara terbuka menawarkan kanal tersebut dengan harga fantastis, yakni Rp10 miliar.
“Dijual akun YouTube Farida Nurhan, 10 miliar,” tulis Farida secara singkat namun langsung menyedot perhatian warganet.
Sebagai informasi, kanal YouTube Farida Nurhan tercatat memiliki sekitar 5,7 juta subscriber dan telah mengunggah kurang lebih 3.700 video. Kanal tersebut dikenal konsisten menyajikan konten kuliner dengan porsi besar, gaya makan khas, serta interaksi yang apa adanya, sehingga berhasil membangun basis penggemar yang loyal.
Tak heran jika pengumuman penjualan kanal ini langsung menuai beragam reaksi dari netizen. Kolom komentar unggahan Farida pun dipenuhi respons kocak hingga doa tulus. Ada yang bercanda ingin membeli kanal tersebut dengan cara mencicil Rp10 ribu per hari, ada pula yang mengaku uangnya “kurang Rp10 ribu lagi”. Di sisi lain, banyak pula penggemar yang menyampaikan ucapan terima kasih, dukungan, dan harapan terbaik untuk langkah baru Farida.
Meski memutuskan pensiun dari YouTube, Farida Nurhan memastikan bahwa dirinya tidak sepenuhnya meninggalkan dunia konten digital. Ia menegaskan masih akan tetap berkarya dan berinteraksi dengan penggemarnya melalui platform lain.
Farida mengungkap bahwa ke depan ia akan fokus pada TikTok, khususnya melalui fitur TikTok Live, yang menurutnya memberikan pengalaman berbeda dan lebih interaktif dengan penonton.
“Semoga dengan kegiatan Omay yang terbaru di TikTok Live juga diberikan kemudahan dan kelancaran,” harapnya.
Selain TikTok, Farida juga memastikan akan tetap aktif di berbagai media sosial lainnya, seperti Instagram dan Facebook. Dengan demikian, para penggemar masih dapat mengikuti aktivitas dan keseharian Farida meski ia tak lagi aktif mengunggah video di YouTube.
Keputusan Farida Nurhan ini menandai babak baru dalam perjalanan karier digitalnya. Setelah bertahun-tahun menjadi salah satu food vlogger paling berpengaruh di Indonesia, Farida memilih untuk menutup satu fase dan membuka peluang baru di platform lain yang tengah berkembang pesat.
Langkah ini sekaligus menunjukkan dinamika dunia kreator konten yang terus berubah, di mana para kreator dituntut untuk beradaptasi, mengevaluasi ulang prioritas, serta mencari bentuk karya yang paling sesuai dengan kondisi dan visi pribadi mereka.




