Gus Yaqut Berputar-putar di Eropa Seperti Layangan Putus, Demi Titah Jokowi Hindari Pansus

fajar.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ada pernyataan menarik dari salah satu kolega eks Menag Yaqut Cholil Qoumas, yakni Islah Bahrawi. Dia dengan tegas menyebutkan nama Jokowi.

Jokowi tak bisa lepas tangan. Ia harus bicara. Ia tahu dari awal masalah kuota haji ini diberikan Pemerintahan Arab Saudi.

Omong kosong saja, kalau Jokowi tak tahu apa-apa masalah kuota haji ini. Hanya tipuan kelas tinggi saja, kalau Jokowi tak tahu apa-apa.

Demikian isi pernyataan pria yang akrab disapa Cak Islah itu di hadapan Akbar Faizal.

Bahkan, Islah membeberkan bahwa Jokowilah yang melarang Gus Yaqut agar tak menghadiri rapat Pansus Haji di DPR.

Gus Yaqut justru ditugaskan ke Perancis, menghadiri acara yang seharusnya dihadiri Prabowo sebagai Menteri Pertahanan.

“Acara Menteri Pertahanan dihadiri Menteri Agama.
Acara 3 hari, tapi Gus Yaqut berada di Perancis selama 24 hari,” bebernya.

Gus Yaqut, kata Islah, seperti layang-layang putus. 24 hari tak hanya Perancis, seluruh Eropa mungkin bisa dijajaki.

Islah Bahrawi marah karena orang yang berjubah agama, tapi korup, yang dulu ditentang Gus Yaqut kini balik kepada dirinya. Orang yang menentang Islam garis keras di negeri ini, kini menjadi pesakitan.

Orang yang menggaungkan Pancasila harga mati, kini dituduh korupsi. Cak Islah meyakini Gus Yaqut tidak korupsi.

“Tidak ditemukan aliran dana. Saat rumah Gus Yaqut digeledah KPK, tak satu pun barang-barang Gus Yaqut yang disita. Hanya paspor untuk pencekalan. KPK dianggap bermain pencitraan seperti biasa,” kata Cak Islah.

Menurut penulis yang juga pemerhati sosial politik, Erizal, ketidakhadiran Gus Yaqut di DPR sangat merugikan dirinya. Bola liar tak sulit dijinakkan.

“Menghindar berarti takut, takut berarti ada masalah, ada masalah, terlibat,” urai Erizal, dikutip dari media sosialnya, Kamis (15/1/2026).

KPK juga dianggap orang-orang Jokowi, karena semua dilantik di eranya Jokowi. “Gus Yaqut hanyalah sasaran antara. Sasaran sebenarnya Gus Yahya. Ups,” sambung Erizal, menyimpulkan pernyataan Islah Bahrawi.

Tapi gaya pembelaan Cak Islah ini, lanjut dia, lazim dilakukan oleh teman-temannya yang sedang ditangkap KPK.

Ada orang besar di balik semua ini, tebang pilih, kenapa dia tersangka, sementara yang lain tidak; dikriminalisasi, dikorbankan, dan lain sebagainya.

“Pembuktian KPK akan menjawab, bongkar-bongkaran Gus Yaqut juga sedang ditunggu. Benar-benar ada, atau hanya ilusi,” tutup Erizal. (bs-sam/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Komisi III DPR Kick Off Pembahasan RUU Perampasan Aset
• 6 jam laluidntimes.com
thumb
Wamen ESDM Ungkap KPK Minta Penetapan Standar Produk Impor Terkait Rencana Pembelian Energi dan Pesawat
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Baru Beroperasi, Satgas Premanisme dan Mafia Tanah Surabaya Terima Puluhan Aduan
• 16 jam lalurealita.co
thumb
Bagaimana Olahraga Dapat Mengurangi Risiko Kanker?
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Wawasan Polling Suara Surabaya: Masyarakat Setuju Kalau Orang dengan Kebiasaan Merokok Termasuk Redflag Besar
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.