Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat, PBB: Negara Berkembang Jadi Pendorong Utama

genpi.co
4 jam lalu
Cover Berita

GenPI.co - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan ekonomi global akan tumbuh sebesar 2,7 persen tahun ini, sedikit lebih rendah dibanding perkiraan tahun lalu.

Penurunan ini dipicu dampak kenaikan tarif Amerika Serikat, ketidakpastian ekonomi, dan ketegangan geopolitik yang terus berlangsung.

PBB memproyeksikan pertumbuhan global akan sedikit meningkat menjadi 2,9 persen pada 2027.

Angka tersebut masih lebih rendah dibanding rata-rata pertumbuhan 3,2 persen antara 2010 hingga 2019, sebelum pandemi covid-19 mengguncang ekonomi dunia.

"Gabungan ketegangan ekonomi, geopolitik, dan teknologi sedang membentuk kembali lanskap global," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dilansir AP News, Rabu (14/1).

Menurut dia, hal itu menimbulkan ketidakpastian ekonomi dan meningkatkan kerentanan sosial.

Meski begitu, PBB mencatat adanya ketahanan yang tidak terduga terhadap kenaikan tajam tarif AS tahun lalu.

Faktor yang mendukung pertumbuhan meliputi belanja konsumen yang solid dan inflasi yang mereda.

Menurut laporan Situasi dan Prospek Ekonomi Dunia PBB, pertumbuhan di Eropa, Jepang, serta AS diperkirakan akan tetap stabil.

Di AS, pertumbuhan diperkirakan naik tipis menjadi 2 persen tahun ini dan 2,2 persen pada 2027.

Sementara itu, Jepang diperkirakan tumbuh 0,9 persen tahun ini dan 1 persen pada 2027, sedikit di bawah perkiraan 1,2 persen pada 2025.

Di Uni Eropa, pertumbuhan diperkirakan menurun dari 1,5 persen pada 2025 menjadi 1,4 persen pada 2026.

Namun, proyeksi pertumbuhan akan naik kembali menjadi 1,6 persen pada 2027.

Dari sisi positif, beberapa negara berkembang dengan perekonomian besar seperti China, India, dan Indonesia, diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan yang solid.

Bagi banyak negara berpenghasilan rendah, prospeknya tetap menantang.

Meski demikian, pertumbuhan di negara paling terbelakang diperkirakan meningkat dari 3,9 persen pada 2025 menjadi 4,6 persen pada 2026 dan 5 persen pada 2027.

Hal itu didorong kinerja ekonomi yang lebih kuat di Bangladesh, Ethiopia, dan Tanzania. (*)

Jangan sampai ketinggalan! Kamu sudah lihat video ini ?


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hoffenheim vs Borussia Moenchengladbach, Hattrick Andrej Kramaric Antar Die Kraichgauer Hajar Die Fohlen
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Soal Kuota Haji, Jubir Gus Yaqut Tegaskan Diskresi demi Jemaah Lansia | SATU MEJA
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Bandung dan Jakarta jadi Wilayah dengan Kualitas Udara Terbaik di RI Pagi Ini
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Desain Layar iPhone 18 Mulai Terungkap, Model Pro Alami Perubahan Besar
• 8 jam lalumerahputih.com
thumb
Alasan Danantara Belum Berencana Suntik Modal PT Timah (TINS)
• 2 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.