FAJAR.CO.ID, JAMBI — Insiden pengeroyokan yang melibatkan guru dan sejumlah siswa di SMKN 3 Berbak telah ditangani pihak kepolisian dengan melaukan mediasi, Rabu 14 Januari 2026 pukul 13.00 WIB,
Mediasi digelar di sekolah untuk redakan konflik. Hadir Kapolsek Berbak IPTU Hansmadi Simangunsong, Camat Berbak Nopi Ardiansyah, Lurah Berbak Sulistio Budi AMd, Kepsek Ranto Manurung SPd, Ketua Komite Suwandi, Kanit Binmas Aiptu Prh Simatupang SPd, Kanit Reskrim Aiptu M. Nuur H, serta perwakilan guru, wali murid, dan siswa.
Mediasi berjalan kondusif dengan hasil konkret, siswa membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan serupa.
Sementara itu, Agus Saputra (diwakili Suwandi) mengajukan mutasi pindah tugas yang diteruskan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. dalam insiden ini dilaporkan tidak ada terjadi korban luka.
Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang viral di media sosial mengguncang dunia pendidikan.
Guru SMKN 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dikeroyok siswanya sendiri. Insiden memilukan ini bermula dari gesekan kecil di kelas, tapi berujung kekerasan yang nyaris membahayakan nyawa.
Semuanya berawal pada Selasa, 13 Januari 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Di ruang kelas, guru Agus Saputra, S.PdI, M.PdI, menampar pipi kanan siswa bernama Lutfi. Kejadian segera dilaporkan ke pihak sekolah pukul 16.00 WIB. Guru lain buru-buru melerai, tapi ketegangan justru memuncak saat pertemuan di ruang kantor.
Siswa Lutfi mengajak teman-temannya mengeroyok Pak Agus, menciptakan duel tak seimbang. Tak terima diperlakukan begitu, guru tersebut bergegas ke gudang, ambil arit, dan acungkan ke arah siswa. Panik, sekolah segera menghubungi Polsek Berbak.
Petugas Polisi datang cepat, amankan semua pihak, seperti disampaikan Kapolsek Berbak IPTU Hansmadi Simangunsong, SH, pada Rabu (14/1/2026). (bs-sam/fajar)





