Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan rehabilitasi wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi prioritas utama dalam upaya membangun kembali kawasan terdampak bencana di Sumatera.
Penegasan tersebut disampaikan AHY saat memimpin rapat koordinasi Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (15/1).
“Terkait dengan urusan lahan dan tata ruang. Saya rasa bagian utama dari membangun lebih baik ini sangat bergantung pada tata ruang wilayah yang benar-benar sesuai dengan peruntukannya,” kata Agus.
AHY menilai, penataan ruang harus dievaluasi secara menyeluruh agar berbasis pada mitigasi dan adaptasi terhadap risiko bencana. Menurutnya, langkah ini penting untuk mencegah terjadinya bencana serupa di masa mendatang.
“Dan kita harus berani mengevaluasi tata ruang sehingga berbasis pada mitigasi dan adaptasi terhadap bencana. Dalam konteks ini, prioritasnya adalah rehabilitasi hulu daerah aliran sungai,” tambahnya.
Selain rehabilitasi DAS, pemerintah juga menyiapkan skema relokasi bagi rumah warga yang dinilai tidak aman jika dibangun kembali di lokasi semula. Relokasi tersebut akan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan jangka panjang bagi masyarakat terdampak.
Proses relokasi akan didukung melalui pendataan kebutuhan lahan serta verifikasi status tanah agar memiliki kejelasan hukum sebelum ditetapkan sebagai hunian tetap.
“Dan yang terakhir tentunya terkait dengan normalisasi pelayanan pertanahan agar menjemput bola. Para petugas BPN tentunya bisa melakukan upaya ini, datang ke warga, para pengungsi agar prosesnya lebih cepat,” tegasnya.
Pemerintah berharap langkah rehabilitasi, penataan ruang, dan percepatan pelayanan pertanahan tersebut dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak sekaligus membangun kawasan yang lebih aman dan berkelanjutan.



