Terlambat haid sering kali langsung dikaitkan dengan kehamilan, Moms. Sehingga tak sedikit perempuan yang panik saat siklus menstruasi mundur dari biasanya.
Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, menjelaskan bahwa kondisi ini cukup sering terjadi dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor non-kehamilan
“Haid terlambat itu tidak selalu menandakan kehamilan, apalagi kalau masih menggunakan kontrasepsi. Yang paling sering terjadi kalau tidak haid lebih dari 35 hari adalah gangguan hormon,” jelas dr. Dinda kepada kumparanMOM, beberapa waktu lalu.
Penyebab Telat Haid Selain HamilGangguan hormon menjadi salah satu penyebab utama siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Gangguan ini bisa dipicu oleh banyak hal yang kerap dianggap sepele dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut dr. Dinda, beberapa faktor yang dapat memengaruhi keseimbangan hormon antara lain:
1. Olahraga yang terlalu berat
2. Stres berkepanjangan
3. Perubahan berat badan yang drastis baik naik maupun turun
4. Gangguan tidur juga bisa berperan dalam mengacaukan siklus haid
5. Penggunaan kontrasepsi hormonal
Kondisi ini sering terjadi pada perempuan yang menggunakan kontrasepsi hormonal, termasuk saat menyusui.
“Efek dari hormon kontrasepsi ini memang menekan terjadinya menstruasi, sehingga haid bisa terlambat atau bahkan tidak datang sama sekali,” jelas dr. Dinda.
Jangan Self-Diagnosis, Ini yang Perlu DilakukanMeski telat haid kerap membuat cemas, dr. Dinda mengingatkan agar tidak langsung melakukan self-diagnosis. Langkah yang dianjurkan adalah melakukan pemantauan siklus menstruasi selama tiga bulan berturut-turut.
Apabila setelah pemantauan siklus haid masih tidak teratur atau semakin berantakan, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, Moms. Dengan begitu, penyebabnya bisa diketahui secara pasti dan ditangani dengan tepat, tanpa menimbulkan kekhawatiran berlebihan.





