Pemerintah Terbitkan 156 Izin Prodi Spesialis Kedokteran Baru

idxchannel.com
23 jam lalu
Cover Berita

Langkah strategis pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan nasional melalui penambahan signifikan pendidikan dokter spesialis.

Pemerintah Terbitkan 156 Izin Prodi Spesialis Kedokteran Baru (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan, langkah strategis pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan nasional melalui penambahan signifikan pendidikan dokter spesialis.

Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, Kemendiktisaintek bersama Kementerian Kesehatan telah menerbitkan izin pembukaan 156 program studi spesialis dan subspesialis kedokteran.

Baca Juga:
Terpusat di 10 Titik, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang

"Kementerian Kesehatan telah menerbitkan 156 izin prodi spesialis baru, 126 prodi spesialis dan 30 prodi subspesialis," ujar Brian dalam pertemuan dialog antara Presiden RI Prabowo Subianto dan 1.000 akademisi di Istana Negara, Jakarta dikutip Kamis, (15/1/2025)

Kebijakan tersebut berdampak langsung pada peningkatan jumlah mahasiswa kedokteran. Pada awal tahun 2026, total penambahan mahasiswa baru tercatat mencapai 3.150 orang. 

Baca Juga:
Prabowo Ingin Desain IKN Bisa Antisipasi Karhutla

"Saat ini terdapat sekitar 5.000, sehingga total menjadi 8.650 mahasiswa," katanya. Selain sektor kesehatan, Brian juga melaporkan bahwa dukungan pendanaan riset nasional terus mengalami peningkatan.

Saat ini, total anggaran penelitian telah melampaui Rp8 triliun, baik yang dikelola oleh Kemendiktisaintek maupun bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Baca Juga:
Prabowo Ingin 80 Persen Alokasi LPDP untuk Bidang STEM

Rasio anggaran riset terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kini mencapai 0,34 persen. Menindaklanjuti arahan Prabowo, riset nasional diarahkan agar tidak berjalan sendiri, tapi menjadi jembatan antara pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata industri nasional dengan Danantara sebagai lokomotif penggerak.

Saat ini, beberapa kajian terkait industri dalam negeri yang tengah dikerjakan yaitu pengembangan industri tenaga surya hingga pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Baca Juga:
Mentan Rehabilitasi 98 Ribu Hektare Sawah Pascabencana di Sumatera

"Beberapa kajian terkait industri nasional yang sedang dikerjakan antara lain pengembangan industri tenaga surya atau solar cell, logam tanah jarang, pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir, industri semikonduktor, industri sepatu, tekstil, kosmetik. Selain itu juga pada ketahanan pangan, yaitu bawang putih, kedelai, dan gandum," ujar dia.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
India Open 2026: Jonatan Christie Tak Sabar Hadapi Christo Popov, Waspadai Kelebihan Lawan
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Mendagri Optimistis Sumatera Barat Akan Pulih Sebelum Ramadan
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
KBRI Tehran Imbau WNI di Iran untuk Tingkatkan Kewaspadaan
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
KPK Bilang Eks Sekjen Kemenaker Masih Terima Uang Suap Izin Kerja TKA Meski Sudah Pensiun
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Mengurai Masalah Demokrasi Lokal
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.