Mendagri Optimistis Sumatera Barat Akan Pulih Sebelum Ramadan

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian optimistis Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan pulih sepenuhnya sebelum ramadan 2026.

Mendagri Optimistis Sumatera Barat Akan Pulih Sebelum Ramadan (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian optimistis Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan pulih sepenuhnya sebelum ramadan 2026.

Dia pun menargetkan, tidak ada lagi pengungsi dan aktivitas akan berjalan normal sebelum ramadan. "Kalau saya melihat bahwa kalau untuk Sumatera Barat, saya sangat PD (percaya diri) sekali sebelum Ramadan itu akan kembali normal," kata Tito dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga:
Ini Jadwal Operasional BCA (BBCA) Selama Libur Isra Mikraj 2026

Adapun fokus pemulihan di Sumbar pascabencana banjir dan longsor hanya pada perbaikan akses jalan dan penanganan pengungsi. "Kuncinya ya jalan aja. Jalan dan pengungsi dua itu aja untuk Sumatera Barat. Mudah-mudahan sebelum Ramadan sudah selesai," kata dia.

Sementara itu, untuk penanganan di Sumatera Utara, Tito menyebut wilayah terdampak yang parah berada di Desa Garoga, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. 

Baca Juga:
Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP di 2026

Dia menambahkan bahwa bantuan kepada warga yang rumahnya kategori rusak ringan dan sedang telah diberikan oleh pemerintah. Sementara, bagi warga yang rumahnya rusak berat, bisa pindah ke Hunian Sementara (Huntara). 

"Yang (rusak) berat ini tinggal pindah ke huntara hunian sementara, atau pindah ke sebagian sudah menerima dana hunian. Artinya mereka bisa tinggal di rumah keluarganya atau sewa," kata dia.

Baca Juga:
Bencana Sumatera Berpotensi Naikkan Angka Kemiskinan Nasional

Adapun, untuk provinsi Aceh penanganannya memiliki tantangan tersendiri. Di wilayah dataran tinggi, penanganan akan fokus pada penambahan stok logistik dan perbaikan akses jalan.

"Kalau untuk Aceh, memang beda. Aceh itu di daerah gunungnya stoknya ditambah dan jalannya harus diperbaiki. Sambil ini masih musim hujan, alat beratnya stand by kami sana," ujar Tito.

Baca Juga:
Prabowo Ingin 80 Persen Alokasi LPDP untuk Bidang STEM

Sementara di wilayah dataran rendah, Tito menegaskan pembersihan lumpur dan pengerukan sungai menjadi fokus utama penanganan pasca bencana ini. 

"Di lowland, dataran rendah kunci utamanya kunci utamanya pembersihan lumpur. Kalau lumpurnya udah dibersihin, sungainya udah dikerok, itu akan jauh lebih mudah lagi menanganinya," katanya.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Biomassa RI Terjepit, Ekspor Mahal Bikin Pasokan Domestik Seret
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tersingkir di India Open, Sabar/Reza Langsung Pasang Target Tinggi di Indonesia Masters 2026
• 14 menit lalutvonenews.com
thumb
Investasi Bisa Bikin Untung atau Buntung, Kenali Risikonya
• 17 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Istimewa! Pemprov Jabar Siapkan Rp45 Miliar untuk 15.293 Warga Terdampak Penutupan Tambang Bogor
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Kelola Sampah Jadi Listrik, Danantara Pimpin Proyek WTE Nasional
• 9 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.