Bisnis.com, JAKARTA - Piala Dunia 2026 bukan hanya pertandingan sepak bola antarnegara, namun sekaligus momen perang buat para pemasok apparel, terutama Adidas, Nike, dan Puma.
Tak heran, piala dunia turut jadi panggung bagi para jenama raksasa itu, terutama atas dua perkara: ajang penegasan diri sebagai kiblat fesyen olahraga dunia, sekaligus momentum mencari cuan sebesar-besarnya.
Tahun ini Adidas tampak mendominasi dengan 13 negara telah resmi masuk kualifikasi. Adidas pun masih bisa menambah portofolio, apabila tim seperti Italia atau Swedia nantinya lolos fase play-off pada Maret 2026.
Tiga timnas besar yang identik dengan Adidas dan paling dinantikan para fan, tentu negara tempatnya dilahirkan, Jerman; juara piala dunia musim sebelumnya, Argentina; serta tim bertabur bintang, Spanyol.
Perusahaan apparel yang juga memasok bola resmi Piala Dunia 2026 ini juga akan memasok seragam buat Meksiko; Jepang; Kolombia; Algeria; Afrika Selatan; Qatar; Arab Saudi; Belgia, Skotlandia, dan Curacao.
Salah satu cara Adidas buat meraup cuan maksimal sejak awal tahun pun telah terlihat baru-baru ini, seiring peluncuran jersey reissue Amerika Latin yang punya narasi legendaris, termasuk Argentina 2006 saat debut internasional Lionel Messi.
Baca Juga
- Sinar Kosmik Supernova Dituding jadi Biang Kerok Kecelakaan Pesawat New Jersey
- Hasil Karya Didit Hediprasetyo, Ini Jersey Tim Indonesia di Sea Games 2025
- Prabowo-Ratu Maxima Tukar Oleh-Oleh: Batik Pekalongan hingga Jersey untuk Bobby
Bergeser ke Nike, portofolionya pada Piala Dunia 2026 ini tampak turun ketimbang beberapa musim lalu. Tepatnya hanya 11 tim, padahal pada Piala Dunia 2022 lalu, Nike punya 13 tim dan menjadi apparel dominan.
Namun, jangan remehkan Nike dalam aspek strategi berjualan. Setiap tim dalam portofolionya notabene merupakan tim-tim kuat dan bertabur pemain bintang.
Nike akan menjadi simbol yang menempel di dada para pemain tuan rumah, AS dan Kanada; lantas negara Amerika Latin kuat seperti Brazil dan Uruguai; serta tim dengan para superstar Eropa macam Inggris, Prancis, Norwegia, Kroasia, dan Belanda; serta timnas Korea Selatan dan Australia.
Selain itu, Nike juga masih punya tim yang berlaga dalam fase play-off, seperti Turki dan Polandia.
Jenama fesyen dan alat olahraga dari Amerika Serikat (AS) ini pun sering membuat gebrakan tak terduga yang membuat jerseinya laris karena diperbincangkan warganet, misalnya tim Nigeria pada 2018, jersey Inggris sejak mulai periode generasi emas terbaru, hingga momen meledaknya jersei Timnas Sepak Bola Wanita AS terbaru.
Terakhir, Puma yang berstatus penantang, punya langkah menggebrak lewat mengambil timnas Portugal dari Nike. Selain itu, satu tim Eropa dalam fase play-off yang jerseinya bersimbol kucing lompat adalah Republik Irlandia.
Puma juga akan menjadi simbol yang dipakai para megabintang dari tim-tim Afrika, seperti Mesir, Senegal Maroko, Ghana, dan Pantai Gading. Selain itu, apparel ini juga akan mensponsori Paraguay, Selandia Baru, Austria, dan Swiss.




