Syafiq Ridhan Ali Razan, seorang pendaki berusia 18 tahun, dilaporkan hilang di Gunung Slamet, Purbalingga, pada 30 Desember 2025. Sebelum dinyatakan hilang, Syafiq berangkat bersama teman-temannya dan mereka memilih jalur pendakian dari basecamp Dipajaya.
Upaya pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan dimulai segera setelah laporan kehilangan diterima. Tim segera menyebar dan melakukan pencarian di area-area yang diperkirakan menjadi medan perjalanan Syafiq.
Setelah 16 hari pencarian, Syafiq akhirnya ditemukan pada 14 Januari 2026 mendekati pos 9, tidak jauh dari batas vegetasi.
Lokasi penemuan jenazah Syafiq berada di sisi selatan lereng Gunung Slamet, tepatnya di jalur yang tidak dilalui olehnya saat mendaki.
Sebelum melakukan evakuasi, tim terlebih dahulu memonitornya untuk memastikan bahwa situasi aman. Setelah cuaca berangsur membaik, mereka berhasil mengevakuasi jenazah dari lokasi jatuh yang berada di jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter.
Setelah dievakuasi, tim SAR langsung membawa jenazah ke basecamp di Gunung Malang sebelum diteruskan ke Rumah Sakit Purbalingga.
Penanganan Lebih Lanjut oleh Rumah SakitSetelah berhasil dievakuasi, jenazah Syafiq Ali dibawa ke Rumah Sakit Purbalingga untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
USS Basarnas Pemalang, handika, mengelaskan jenazah Syafiq Ali langsung dibawa ke Rumah Sakit Purbalingga untuk pemeriksaan luar.
"Ya, kami bersyukur, evakuasi berjalan lancar. Ini langsung dibawa ke rumah sakit Purbalingga," ungkap Handika, dilansir dari DETIKJATENG, pada Kamis (15/1/2026)
Meskipun kondisi jenazah dalam keadaan utuh saat ditemukan, penyebab kematian belum dapat dipastikan tanpa adanya pemeriksaan lebih mendalam.



