Panen Raya Serentak Lapas Dimanfaatkan untuk Korban Bencana dan Program Makan Bergizi Gratis

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto memastikan bahwa hasil panen raya program ketahanan pangan yang digelar serentak oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di berbagai daerah akan dialokasikan untuk kegiatan sosial, khususnya membantu masyarakat terdampak bencana.

"Kali ini saya bersama jajaran pemasyarakatan, Bapak Dirjen Pemasyarakatan, serta rekan-rekan UPT melaksanakan panen ketahanan pangan secara serentak di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Panen ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang digagas oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Agus menyatakan bahwa seluruh hasil panen telah disepakati untuk disumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Saya sudah konfirmasi kepada seluruh peserta panen, baik tanaman maupun perkebunan, dan semuanya sepakat hasilnya akan disumbangkan untuk kegiatan sosial," ia mengungkapkan.

Panen Serentak Digelar di Seluruh Indonesia

Panen Raya Serentak dilakukan di berbagai lapas di seluruh Indonesia, dengan hasil panen nasional masih dalam proses perhitungan secara rinci.

Di Lapas Kelas I Cirebon, hasil panen meliputi 7.000 kilogram padi dari lahan seluas 13.740 meter persegi dan satu ton ikan nila dari kolam berukuran 637 meter persegi.

Jenis padi yang dipanen adalah varietas Inpari 32 yang dikenal unggul dalam produktivitas.

Secara nasional, Kemenimipas memperkirakan total hasil panen mencapai 123.557 kilogram dari seluruh sektor yang dikelola.

Sinergi dengan Program Makan Bergizi Gratis dan Pembinaan WBP

Agus juga mendorong agar hasil panen disinergikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di sejumlah daerah.

"Kita sisipkan program MBG di lokasi-lokasi yang memang melaksanakan program tersebut, termasuk untuk anak-anak sekolah dan warga sekitar," jelasnya.

Ia juga mengimbau UPT Pemasyarakatan dan jajaran Imigrasi untuk terus membangun kolaborasi dengan masyarakat sekitar demi pengembangan program ketahanan pangan yang lebih tepat sasaran.

Kebutuhan masing-masing daerah akan disesuaikan melalui koordinasi langsung dengan warga agar pengelolaan ketahanan pangan berjalan optimal.

"Nanti kita hitung dampak ekonominya terhadap pergerakan ekonomi daerah jika seluruh lapas sudah berjalan optimal," tambahnya.

Agus menegaskan bahwa tujuan utama dari program ini tetap untuk pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP).

"Tugas kami adalah mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat agar memiliki keterampilan dan kemandirian," ungkapnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Evakuasi Syafiq Ridhan Ali Pendaki yang Hilang di Gunung Slamet Dilanjutkan Hari Ini
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Polisi Amankan 6 Pak Ogah yang Kerap Pungli di Exit Tol Rawa Buaya!
• 6 jam laludisway.id
thumb
Puluhan Domba di Kuningan Mati Misterius: Ada Bekas Gigitan, Warga Cemas
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini, Kamis 15 Januari 2026
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Populer Ekonomi: Fakta Pencairan BLT Kesra 2026 hingga IHSG Tembus Level 9.000
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.