Grid.ID- Profil Ari Askhara kembali mencuri perhatian publik setelah resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI). Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia ini dipercaya memimpin perusahaan terbuka di sektor maritim dan energi pada awal 2026.
Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 14 Januari 2026. Penunjukan ini menjadi bagian dari langkah penyegaran organisasi Humpuss di tengah dinamika industri maritim dan energi sepanjang 2026.
Kehadiran Ari Askhara di jajaran pucuk pimpinan HUMI dinilai strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan. Lantas, seperti apa profil Ari Askhara dan bagaimana rekam jejaknya hingga kembali dipercaya memimpin perusahaan besar?
Profil Ari Askhara
I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, yang lebih dikenal sebagai Ari Askhara, resmi diangkat sebagai Direktur Utama Humpuss menggantikan Tirta Hidayat. Pria kelahiran Jakarta, 13 Oktober 1971, ini mengawali perjalanan profesionalnya di dunia perbankan. Sebelum berkiprah di perusahaan pelat merah, Ari Askhara pernah menjabat sebagai Executive Director Natural Resources Group and SOE di ANZ Bank Indonesia.
Kariernya kemudian berlanjut ke sektor konstruksi dan BUMN. Dikutip dari Kompas.com, Kamis (15/1/2026), Ari Askhara sempat menduduki posisi direksi di PT Wijaya Karya (Persero). Di WIKA, ia dipercaya sebagai Direktur Human Capital dan Pengembangan Sistem.
Rekam Jejak di BUMN
Langkah Ari Askhara di BUMN berlanjut ke industri transportasi dan kepelabuhanan. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia pada periode 2014–2016. Namanya semakin dikenal ketika dipercaya menduduki posisi Direktur Keuangan PT Pelindo III.
Pada 4 Mei 2017, Ari Askhara kembali mendapat kepercayaan besar. Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno, menunjuknya sebagai Direktur Utama Pelindo III. Jabatan tersebut semakin mengukuhkan profil Ari Askhara sebagai eksekutif papan atas di lingkungan BUMN.
Puncak karier Ari Askhara terjadi saat ia kembali dipercaya memimpin Garuda Indonesia sebagai Direktur Utama pada September 2018, menggantikan Pahala Mansury. Penunjukan ini dilakukan langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. Sebelumnya, sebagaimana dikutip dari Tribun Jabar, Ari Askhara juga telah menduduki jajaran direksi Garuda Indonesia sejak 2014.
Namun, perjalanannya di Garuda Indonesia tidak berlangsung lama. Pada Desember 2019, Ari Askhara diberhentikan dari jabatannya sebagai Dirut Garuda Indonesia.
Pencopotan ini menyusul temuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait pengangkutan barang ilegal berupa sepeda motor Harley Davidson dan sepeda Brompton dalam pesawat baru Garuda jenis Airbus A330-900 Neo.
Latar Belakang Pendidikan
Dari sisi pendidikan, Ari Askhara merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia dengan mengambil program Administrasi Bisnis jurusan International Finance. Bekal akademis ini menjadi dasar kuat dalam perjalanan panjang karier profesionalnya di sektor keuangan, transportasi, dan energi.
Strategi Ari Askhara sebagai Dirut Humpuss
Kini, profil Ari Askhara kembali menjadi sorotan seiring penunjukannya sebagai Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. Dalam peran barunya, Ari Askhara memaparkan arah strategis perusahaan ke depan. HUMI akan memfokuskan pertumbuhan pendapatan yang sehat melalui sinergi grup, pengembangan armada, serta diversifikasi usaha yang berkelanjutan.
Menurut Ari, ke depan HUMI tidak hanya berperan sebagai ship owner, tetapi akan berkembang menjadi integrated maritime & energy logistics nasional. Selain itu, ia menekankan pentingnya efisiensi operasional dan pengelolaan keuangan yang lebih adaptif, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan kualitas layanan. Penguatan sumber daya manusia juga menjadi salah satu pilar utama dalam strategi perusahaan di bawah kepemimpinannya.
Dengan rekam jejak panjang di dunia BUMN dan keuangan, profil Ari Askhara kini memasuki babak baru. Kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya melalui jabatan Direktur Utama Humpuss menjadi penanda penting perjalanan kariernya di industri maritim dan energi Indonesia. (*)
Artikel Asli



