Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendorong TNI, Polri, hingga sekolah kedinasan untuk menambah personel sekaligus melengkapi peralatan dalam upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera, khususnya Aceh.
Hal itu disampaikan Tito dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Pelaksana Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera saat rapat koordinasi di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Kamis (15/1).
“Untuk pemerintahan kabupaten, semuanya lancar kecuali Aceh Tamiang. Aceh Tamiang kemarin betul-betul down. Baik kantornya, dinasnya. Tapi setelah kemudian dikirimkan banyak sekali kekuatan di sana, mulai dari TNI/Polri yang pertama, IPDN 1.100 lebih, kemudian dari KementerianKum, PoltekKum 500 ngirim, dan kemarin itu mengirimkan 1.142 dari Kementerian KKP,” jelasnya
Ia menambahkan, penguatan personel masih akan berlanjut dalam waktu dekat. Salah satunya melalui kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitarda) dari akademi TNI dan Polri.
“Minggu depan saya dengar akan ada Latsitarda dari akademi TNI/Polri, 2.000 total. Sebagian besar tumpahnya ke, ke apa namanya itu, Tamiang. Kemudian ke Aceh Timur, Aceh Utara, dan di Pidie. Daerah-daerah lumpur semua itu. Akan bergerak mereka door to door,” ujarnya
Tito juga membuka peluang bagi sekolah kedinasan lainnya untuk ikut mengirimkan personel ke daerah terdampak, mengingat kebutuhan tenaga di lapangan masih sangat besar.
“Nah, kalau ada lagi yang sekolah kedinasan lagi yang mau ngirim, saya tahu masih ada dari Kementerian Perhubungan banyak, kemudian juga dari Sekolah Tinggi Intelijen juga banyak pasukannya. Kalau mau ngirim lagi, silakan saja. Karena ini sudah menyangkut alat berat diperlukan untuk di daerah yang jalan umum, fasilitas umum. Tapi kalau sudah masuk ke gang-gang, ke rumah-rumah, itu enggak bisa, itu harus perorangan masuk,” ungkapnya
Menurutnya, semakin banyak personel yang diterjunkan ke lokasi, maka proses pemulihan akan berjalan lebih cepat. Ia pun meminta tambahan kekuatan dari TNI dan Polri.
“Jadi makin banyak orang masuk ke sana makin bagus. Saya meminta TNI/Polri, saya dengar sudah hampir 1.000 ke sana, di-BKO saja. Kemudian juga kalau bisa TNI 5.000 saja tambah di sana, itu akan jauh lebih cepat lagi. Ditambah sekolah kedinasan. Tapi ya tolong yang berangkat ke sana jangan orang berangkatnya saja,” pintanya
Selain personel, Tito menekankan pentingnya kelengkapan peralatan yang harus dibawa ke lokasi bencana.
“Lengkapi juga dengan peralatan perorangannya. Nomor satu, sepatu bot karet. Yang kedua adalah sekop, cangkul. Yang ketiga alat dorong, dorong tanah itu. Keempat dump truck sama ekskavator. Itu sangat membantu. Apalagi ditambah semprotan air. Itu akan sangat membantu sekali,” pungkasnya




