Danantara Buka Suara Soal BUMN Tekstil Rp101 Triliun

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mulai membuka suara terkait rencana penyelamatan sektor tekstil nasional dengan proyeksi investasi mencapai US$6 miliar atau setara Rp101 triliun. Opsi penguatan industri tersebut masih dalam tahap kajian dan belum diputuskan bentuk korporasinya, termasuk kemungkinan pendirian BUMN tekstil baru.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, Danantara tengah mengkaji berbagai skema investasi untuk memperkuat industri tekstil yang saat ini tertekan. Restrukturisasi menjadi instrumen utama yang disiapkan dalam rencana aksi korporasi tersebut.

“Restrukturisasi itu salah satu instrumen investasi kami. Jadi, skemanya tidak hanya sekadar memberikan pinjaman atau lending, tetapi bisa masuk ke dalam modal perusahaannya langsung,” ujar Rosan saat ditemui di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Danantara Incar Investasi di Sektor Kesehatan dan Hilirisasi

Rosan menjelaskan, Danantara membuka ruang fleksibilitas dalam penetapan parameter keuntungan (return), khususnya untuk sektor tekstil yang memiliki karakter padat karya. Menurutnya, penciptaan lapangan kerja akan menjadi variabel penting dalam penyusunan studi kelayakan (feasibility study).

“Kami bersedia menerima return yang mungkin lebih rendah dari parameter biasanya, apabila dampak penciptaan lapangan pekerjaannya tinggi. Kita tahu tekstil adalah salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja sangat besar,” kata Rosan.

Selain restrukturisasi, strategi investasi Danantara juga akan menyasar distressed assets atau perusahaan-perusahaan tekstil yang tengah mengalami kesulitan keuangan. Rosan menyatakan, Danantara memiliki kapasitas untuk melakukan pembalikan kinerja (turnaround) agar perusahaan-perusahaan tersebut kembali sehat secara bisnis.

Baca Juga: Rosan Ungkap 6 Proyek Hilirisasi Senilai Rp101 triliun Diresmikan Februari 2026

Namun, ia menegaskan bahwa proses penyehatan tidak hanya berfokus pada suntikan modal. Danantara akan melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap ekosistem industri tekstil, mulai dari sisi hulu hingga hilir.

“Penyehatan itu menyeluruh, tidak hanya permodalan. Kita bicara soal pasarnya, siapa offtaker-nya, dan ekosistem pendukung lainnya,” jelas mantan Wakil Menteri BUMN tersebut.

Terkait rencana investasi sebesar US$6 miliar, Rosan menegaskan bahwa bentuk badan hukum untuk entitas tekstil tersebut masih dalam tahap pembahasan. Hingga saat ini, belum ada keputusan apakah penguatan sektor tekstil akan dilakukan melalui pendirian BUMN baru atau menggunakan skema pendanaan alternatif lainnya.

“Semuanya masih dalam tahap opsi-opsi. Belum ada keputusan definitif, kita masih kaji secara mendalam,” pungkas Rosan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Toyota Veloz Kini Cuma Ada Varian Hybrid, Segini Pasaran Mobkasnya
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Enam Hari Berlalu, Banjir di Pandeglang Tak Kunjung Surut
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ancam Kawal Tuntas Kasus Dugaan Penistaan Agama di Mens Rea, FPI Desak Pandji Pragiwaksono Tobat Nasuha dan Minta Maaf
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
5 Fakta Penting soal Stunting di Indonesia yang Masih Sering Diabaikan
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Humanis, Polisi Bagikan Air dan Snack Pada Massa Aksi Buruh di Gedung DPR
• 9 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.