KSP: Pesantren Darul Mukhlisin Aceh Tamiang dapat perhatian khusus

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Banda Aceh (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menyatakan Pondok Pesantren (Dayah) Islam Terpadu Darul Mukhlisin Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh mendapat perhatian khusus pemerintah pusat untuk segera dipulihkan pasca-bencana.

"Tempat ini (Pesantren Darul Mukhlisin) mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, bahkan ada instruksi khusus dari Seskab Teddy Indra Wijaya untuk cepat dibersihkan ditangani bersama-sama kepada Menteri Kehutanan dan pihak terkait lainnya," katanya di Aceh Tamiang, Kamis.

Instruksi untuk memberikan perhatian khusus itu diketahuinya melalui grup menteri yang disampaikan Seskab yang tentunya bersumber arahan dari Presiden untuk menangani Pesantren Darul Mukhlisin dengan sebaik-baiknya, terutama memindahkan kayu-kayu bekas banjir.

Dia mengatakan hal itu saat berkunjung ke Aceh Tamiang dalam rangka memastikan pemulihan pasca-bencana yang telah dilakukan pemerintah pusat untuk berbagai aspek serta ikut menyalurkan bantuan.

Baca juga: Kemenhut terus optimalkan kayu banjir bangun huntara di Aceh Utara

Awalnya, KSP beserta rombongan meninjau asrama perempuan yang masih berlumpur dan penanganan puing-puing. Setelah itu, KSP turun melihat kompleks asrama pria yang pernah viral di media sosial karena dikelilingi kayu-kayu besar.

Saat berada di bekas tumpukan kayu hanyut, ia sempat tertegun mendengar cerita peristiwa banjir bandang Aceh Tamiang dari salah satu ustadz pengurus pesantren, tentang mereka hanya bertahan hidup dengan minum air kelapa selama beberapa hari hingga air surut.

Ia juga mendengar kabar kalau kayu-kayu di tempat itu saat sebelum ditangani, seperti tawaf mengelilingi masjid.

"Di lokasi ini ya, yang katanya kayu-kayu itu seperti tawaf mutar tanpa menyentuh masjid," ujar Qodari.

Pendiri Pesantren Darul Mukhlisin Desa Tanjung Karang Zakwan mengatakan saat ini situasi pesantren sudah bersih dari kayu-kayu besar. Tetapi sebelumnya, tembok bangunan pesantren ini seolah menjadi pelindung rumah-rumah warga dari hempasan kayu-kayu gelondongan yang terbawa arus.

"Meski konsekuensinya adalah pesantren rusak, banyak bagian kena air yang begitu besar, kayu dan lumpur. Tapi alhamdulillah berkat kerja sama semua pihak TNI, Polri dari Kementerian Kehutanan dan juga ada BUMN dari Wika, tempat ini pelan-pelan mulai dibersihkan, kita lihat sudah tidak ada lagi kayunya," katanya.

Ia menjelaskan kegiatan belajar mengajar di pesantren sudah mulai aktif, tetapi santri masih belajar secara pulang pergi, dan belum bisa tinggal di asrama seperti sebelumnya.

Secara khusus, ia juga meminta bantuan sarana dan prasarana kepada pemerintah pusat untuk pengoperasian kembali pesantren terbesar di Aceh Tamiang tersebut.

"Belum bisa boarding (asrama), soalnya kondisi asrama laki-laki dan perempuan belum memungkinkan untuk santri menginap. Mungkin secara perlahan akan kami rehab dulu, minta doanya juga agar segala sesuatunya cepat pulih nanti," demikian Zakwan.



Baca juga: Minim penerangan, pembersihan Pesantren Darul Mukhlisin Aceh berjalan

Baca juga: Kemenhut data kayu hanyutan di lokasi bencana di Agam


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jadi Tonggak Ekonomi Lokal, Pelaku Usaha Batik di Desa Singkawang Dapat Pendampingan Peningkatan Efektivitas
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Menjajal Pelican Crossing Tegal Mampang yang Kini Lebih Lama untuk Pejalan Kaki
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Setoran Pajak Masih Seret, Ekonom Sarankan Jurus Ini!
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
242 Bangkai Gerbong KRL Disimpan di Depo Depok Sebelum Dikirim ke Tempat Konservasi
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Pemerintah OKU Rekrut 78 Siswa di Sekolah Rakyat, Pendidikan Gratis untuk Anak Kurang Mampu
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.