Basuki Temui Seskab Teddy, Laporkan Pembangunan IKN

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono menemui Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di Gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta, Kamis (15/1/2026) sore.

Berdasarkan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Kamis (15/1/2026) malam, tampak Teddy mengenakan kemeja putih sedang berbincang dengan Basuki yang mengenakan kemeja biru muda.

"Senang bertemu kembali dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bapak Basuki Hadimuljono, di kantor Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, pada sore hari ini," tulis Teddy, Kamis.

Beberapa hari lalu, Teddy dan Basuki juga sempat bertemu di sela-sela kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke IKN.

Baca juga: Membaca Makna Politik di Balik Singgahnya Prabowo ke IKN

Teddy menyebutkan, dalam pertemuan hari ini, Basuki melaporkan perkembangan pembangunan proyek ibu kota baru tersebut.

"Dalam kesempatan ini, Kepala OIKN melaporkan beberapa update pembangunan IKN," ujar Teddy.

Selain itu, Basuki juga berkonsultasi terkait masukan yang disampaikan Prabowo dalam kunjungan ke IKN beberapa waktu lalu.

"Dan berkonsultasi terkait beberapa masukan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang diberikan saat berkunjung ke IKN beberapa hari lalu," imbuh Teddy.

Baca juga: Menetap di Tengah Hutan demi Janji Peradaban, Dedikasi Basuki buat IKN

Prabowo koreksi IKN

Diberitakan sebelumnya, Prabowo memberikan koreksi terkait fungsi dan desain IKN saat berkunjung ke IKN.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebutkan, Prabowo meminta agar embung di IKN ditambah.

"Desain itu kan dalam artian luas juga ya. Termasuk fungsi itu kan misalnya sebuah kawasannya ini perlu diperhatikan desainnya dan fungsinya, contoh misalnya penambahan embung-embung," ujar Prasetyo di Istana, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Prasetyo menjelaskan, di IKN, terdapat masalah iklim, di mana cuacanya panas.

Baca juga: Ini yang Dikoreksi Prabowo dari Desain dan Fungsi IKN Garapan Jokowi

Selain itu, kata dia, Prabowo turut mengingatkan ada potensi kebakaran hutan di kawasan IKN.

"Karena di sana kan masalah iklim, itu kan satu panas, kedua ada potensi karena di wilayah yang pulau yang banyak hutan, ada juga potensi kebakaran hutan," tuturnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Maka dari itu, Prasetyo menyebut Prabowo ingin Otorita IKN memikirkan desain untuk mengantisipasi bencana tersebut.

"Jadi diminta untuk itu juga dipikirkan desain-desain untuk mengantisipasi. Dan kemarin Kepala OIKN melaporkan sudah ada beberapa yang metode dipasang sensor. Ini diminta uji coba terus," imbuh Prasetyo.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Deretan Pemain yang Jadi Korban Rasialisme pada Putaran Pertama BRI Super League: Dari Yakob Sayuri hingga Thom Haye
• 16 jam lalubola.com
thumb
Kasus Suap Proyek Bekasi, KPK Dalami Dugaan Aliran Uang ke Ono Surono
• 2 jam lalumerahputih.com
thumb
Kumpulkan Seribuan Rektor dan Guru Besar Ilmu Sosial, Presiden Bahas Arah Pendidikan Tinggi
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Negara-Negara Eropa Perintahkan Warganya Secepatnya Tinggalkan Iran
• 10 jam lalumerahputih.com
thumb
KPK: Eks Sekjen Kemenaker Diduga Terima Uang Rp12 Miliar dari Agen TKA
• 45 menit laluviva.co.id
Berhasil disimpan.