FAJAR,GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa memanfaatkan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah sebagai momentum memperkuat pelaksanaan Program Gowa Mengaji bagi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat luas, sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang beriman dan berakhlak mulia.
Peringatan Isra Mi’raj tingkat Kabupaten Gowa yang digelar di Masjid Agung Syekh Yusuf ini menjadi ruang refleksi spiritual untuk meneguhkan nilai-nilai keislaman di tengah dinamika kehidupan sosial dan pemerintahan.
Momentum ini juga dimanfaatkan Pemkab Gowa untuk menekankan pentingnya penguatan karakter melalui ibadah dan pembiasaan nilai religius.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial tahunan, melainkan sarana memperdalam keimanan dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Banyak hikmah dan pelajaran dari peristiwa Isra Mi’raj yang dapat kita petik dan kita realisasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu hikmah besar dari peristiwa Isra Mi’raj adalah perintah shalat lima waktu yang memiliki makna mendalam dalam pembentukan karakter umat Islam.
Menurutnya, shalat menjadi fondasi penting dalam membangun pribadi yang berakhlak dan bertanggung jawab.
“Shalat bukan hanya kewajiban ritual, tetapi sarana membentuk pribadi yang disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan berakhlakul karimah,” tambah orang nomor satu di Gowa ini.
Lebih lanjut, Bupati Talenrang menekankan bahwa nilai-nilai keislaman harus menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan pribadi, keluarga, hingga masyarakat.
Hal ini sejalan dengan arah pembangunan daerah yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan infrastruktur.
“Disinilah pentingnya menjadikan shalat dan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Gowa terus mendorong pelaksanaan Program Gowa Mengaji yang tidak hanya diterapkan di lingkungan pendidikan, tetapi juga diperluas kepada ASN dan masyarakat umum.
“Kami berharap budaya mengaji yang terus dilakukan ini dapat menghadirkan keberkahan dan membuka pintu rezeki dari Allah SWT, khususnya bagi Kabupaten Gowa,” harapnya.
Sementara itu, penceramah Isra Mi’raj, Ustadz Prof. Arifuddin Ahmad, mengingatkan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar catatan sejarah, melainkan mengandung nilai-nilai penting yang relevan dalam kehidupan sosial dan pemerintahan.
“Isra Mi’raj bukan sekadar catatan sejarah, tetapi mengandung pelajaran penting, termasuk bagaimana menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bahkan dalam menyelenggarakan pemerintahan,” jelasnya.
Peringatan Isra Mi’raj ini turut dihadiri Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Andy Azis, jajaran Forkopimda, pimpinan SKPD, camat, ASN, serta masyarakat Kabupaten Gowa.(an)




