IHSG Kembali Cetak Rekor, Arah Ekonomi Indonesia Makin Positif

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penguatan IHSG menjadi sinyal kuat bahwa pasar tengah membangun ekspektasi positif terhadap prospek ekonomi nasional ke depan.

IHSG Kembali Cetak Rekor, Arah Ekonomi Indonesia Makin Positif (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) di level 9.095 pada penutupan perdagangan Kamis (15/1/2025).

Menanggapi capaian tersebut, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai penguatan IHSG menjadi sinyal kuat bahwa pasar tengah membangun ekspektasi positif terhadap prospek ekonomi nasional ke depan.

Baca Juga:
Punya Level Support Baru, IHSG Hari Ini Berpotensi Tembus 9.100

“Pencapaian IHSG di level tertinggi sepanjang masa merupakan refleksi dari harapan bahwa fase perbaikan ekonomi sedang berlangsung. Pasar keuangan pada dasarnya selalu bergerak lebih dahulu dibandingkan ekonomi riil,” ujar Fakhrul, Kamis (15/1/2025).

Menurut Fakhrul, kepercayaan investor saat ini banyak didorong oleh narasi kebijakan pemerintah yang dinilai pro-pertumbuhan serta relatif terkoordinasi. Meski demikian, dia mengingatkan pentingnya konsistensi kebijakan dari otoritas fiskal dan moneter.

Baca Juga:
IHSG Cetak Rekor Baru di 9.075 Jelang Long Weekend

“Pasar membutuhkan sinyal yang jelas dari koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Selama arah perbaikan ekonomi dikomunikasikan secara kredibel, pasar masih memiliki ruang untuk bergerak konstruktif,” katanya.

Sementara itu, Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta menilai secara teknikal pergerakan IHSG masih berada dalam tren naik (uptrend).

Baca Juga:
Sempat Tembus 9.100, IHSG Sesi I Ditutup Hijau di Level 9.046

Meski demikian, Nafan mengingatkan investor untuk tetap bersikap moderat dalam mengambil keputusan investasi, mengingat indikator teknikal mulai menunjukkan kondisi jenuh beli.

“Sejumlah indikator sudah berada di area overbought, sehingga investor perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung (profit taking) dalam jangka pendek,” ujar Nafan.

Baca Juga:
IHSG Diproyeksi Melaju ke 9.100, Cek Saham BREN hingga BRIS

Dari sisi makro, Nafan menilai sentimen global dan domestik saat ini saling memengaruhi. Di tengah data ekonomi Amerika Serikat yang beragam serta kenaikan harga komoditas seperti emas, daya tarik pasar saham domestik tetap terjaga.

Hal tersebut ditopang oleh kesiapan pemerintah dalam mengeksekusi kebijakan sektor riil, termasuk berbagai paket stimulus dan program prioritas.

“Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah paket ekonomi untuk mendorong pertumbuhan, dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada tahun ini, sejalan dengan asumsi makro dalam APBN 2026,” tutur dia.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Daftar Tersangka Kasus Jual Beli Aluminium Inalum
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Perkuat Komitmen Ketahanan Air, TPIA Raih Rating A- dalam Carbon Disclosure Project 2025
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
AS Umumkan Dimulainya Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Komisi III DPR Perjuangkan Nasib Hakim Ad Hoc dengan Syarat Mutlak Jangan Mogok Sidang
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Tito Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana Banjir-Longsor Sumatera
• 38 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.