Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dan banjir rob di wilayah pesisir Jakarta. Langkah ini diambil menyusul peringatan dini BMKG terkait potensi banjir rob hingga tanggal 20 Januari mendatang, yang bertepatan dengan momen libur panjang akhir pekan ini.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima instruksi langsung dari Gubernur dan jajaran pimpinan Pemprov DKI untuk memperpanjang operasi teknologi modifikasi cuaca.
"Sesuai arahan Pak Gubernur, besok (Jumat) kami akan melanjutkan melaksanakan operasi modifikasi cuaca (TMC) sampai dengan tanggal 22 Januari 2026," ujar Yohan dalam Primetime News Metro TV, Kamis 15 Januari 2026.
Baca juga:
BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Beberapa Hari ke Depan
Perahu Karet untuk Antar Jemput Warga
Menghadapi potensi genangan rob, BPBD telah menyiagakan personel dan peralatan di titik-titik rawan, salah satunya di kawasan Dermaga Ujung, RW 022, Jakarta Utara. Yohan menjelaskan, fungsi perahu karet yang disiagakan saat ini lebih fleksibel.
"Kita gunakan untuk mobilisasi warga. Warga yang mau beraktivitas, bekerja, atau mau antar anak sekolah, itu yang kita kerahkan sejauh ini," jelasnya.
Selain itu, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk menyiagakan pompa mobile dan stasioner di area rawan genangan seperti di Jalan R.E. Martadinata yang kerap tergenang 10-20 cm saat pasang air laut.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5445122/original/008550600_1765805179-IMG_2592.jpeg)

