Penulis: Kelly Korengkeng
TVRINews, Siau
Bencana banjir bandang yang melanda Pulau Siau mengakibatkan kerusakan parah pada ratusan rumah warga yang kini tergenang material banjir. Data terkini melaporkan sebanyak 17 warga meninggal dunia, 2 warga dinyatakan hilang, serta ribuan warga lainnya terpaksa meninggalkan kediaman mereka untuk mengungsi.
Pemerintah Kabupaten Sitaro bersama tim tanggap bencana saat ini tengah memberikan perhatian penuh pada penanganan pengungsi serta percepatan pembersihan material sisa bencana. Selain membersihkan permukiman, petugas juga melakukan pengaturan kembali jalur air agar material banjir bandang tidak kembali masuk dan merendam rumah penduduk.
"Tim tanggap bencana saat ini kami fokuskan pada penanganan pengungsi serta pembersihan jalur air," ujar Bupati Sitaro, Cintia Ingrid Kalangit pada Kamis, 15 Januari 2026.
Pada kesempatan tersebut ia menegaskan bahwa Langkah teknis ini dilakukan sebagai upaya antisipasi agar material longsor tidak masuk kembali ke pemukiman warga dan memicu genangan air baru.
Bupati Sitaro menambahkan bahwa saat ini para pengungsi telah tersebar di beberapa lokasi pengungsian yang telah ditetapkan. Untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro telah menyiagakan sejumlah dapur umum serta pos kesehatan di setiap titik pengungsian.
Petugas gabungan masih terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan proses evakuasi dan pembersihan berjalan lancar di tengah kondisi cuaca yang masih dipantau secara ketat.
Editor: Redaktur TVRINews





