Indonesia Bakal Perbanyak Fakultas Kedokteran, Istana: Rencananya Beasiswa Penuh

viva.co.id
21 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan solusi untuk mengatasi kekurangan jumlah dokter di Indonesia. Salah satu kebijakan yang disiapkan adalah memperbanyak fakultas kedokteran, termasuk dengan skema beasiswa penuh bagi mahasiswa. 

Hal tersebut disampaikan Prasetyo usai pertemuan guru besar, rektor, dan dekan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 15 Januari 2026.

Baca Juga :
Prabowo Minta Skema Penerimaan Beasiswa Dirombak, Ini Tujuannya
Prabowo Bakal ke Inggris Pekan Depan, Bahas Pendidikan hingga Saintek

Prasetyo menjelaskan, dalam forum taklimat tersebut dibahas dua pendekatan utama untuk menjawab krisis tenaga medis.

Presiden Prabowo Subianto Undang 1.200 Rektor dan Guru Besar
Photo :
  • Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

"Ya, jadi berkenaan dengan masalah bagaimana kita mengatasi kekurangan jumlah dokter, ada dua hal yang tadi juga di dalam forum taklimat juga disampaikan bahwa sudah ada beberapa kebijakan-kebijakan untuk program studi-program studi kedokteran untuk itu diperbesar dari sisi penerimaan jumlah mahasiswanya maupun yang menuju ke dokter spesialis," kata Prasetyo.

Selain itu, pemerintah juga akan mengambil langkah berani dengan membuat fakultas baru kedokteran umum.

"Yang kedua, memang mau tidak mau nampaknya kita harus memberanikan diri untuk mau tidak mau kita membuat fakultas baru untuk kedokteran umum, kemudian kita juga kekurangan dokter gigi, kita juga harus kuat dalam hal farmasi, kita juga harus kuat dalam teknologi kesehatan," ujarnya. 

Lebih lanjut, ia juga memastikan bahwa kampus kedokteran itu akan full dibiayai oleh pemerintah.

"Ya itu tadi yang saya sampaikan itu. Jadi dalam program itu akan direncanakan full scholarship, artinya ber-beasiswa penuh gitu," pungkas dia.

Sebelumnya, Prasetyo Hadi mengatakan bahwa saat ini Indonesia kekurangan 100.000 dokter. Maka itu, Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan kualitas pendidikan di segala bidang.

“Berkenaan dengan bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter kita. Yang berdasarkan data, kita masih kekurangan hampir di atas 100.000. Nah, ini kan kita harus cari cara bagaimana untuk bisa mempercepat,” ucap Prasetyo.

Ia menambahkan bahwa pemerintah juga tengah menghitung dan mengkaji kemungkinan untuk mengurangi beban operasional di setiap Perguruan Tinggi Negeri. 

Bukan tanpa tujuan, kata Prasetyo, langkah itu dilakukan agar universitas yang ada di Indonesia dapat berkembang lebih maju dan berkualitas tanpa membebani masyarakat, khususnya mahasiswa, dari sisi pembiayaan.

Baca Juga :
Viral Peserta PPDS Unsri Dipaksa Biayai Seniornya, Begini Respons Mendiktisaintek
Istana Ungkap Indonesia Kekurangan 100 Ribu Dokter
Prabowo Bahas Kekurangan Dokter hingga Biaya Kuliah Bersama 1.200 Rektor dan Guru Besar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK: Ketua Bidang Ekonomi PBNU Diduga Terima Uang dari Biro Travel Kasus Kuota Haji
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Arema FC Lepas Punggawa Asingnya Ian Puleio
• 47 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenparekraf dan KOCCA Bahas Kolaborasi Film-Musik, Aktor Korea Lee Won Jung Ikut Hadir
• 16 menit lalupantau.com
thumb
Tak Cuma Bidik Juara, John Herdman Ingin Kembangkan Talenta Muda Indonesia di Piala AFF 2026
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Ahok-Ignasius Jonan Jadi Saksi di Sidang Kasus Anak Riza Chalid Pekan Depan
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.