Wamenhaj Pimpin Apel Malam Petugas Haji: Amanah Jemaah Harus Kita Tunaikan

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Wakil menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memimpin apel malam di Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (15/1).

Dahnil menegaskan petugas haji harus menguburkan egonya masing-masing dan bersatu sebagai petugas. Hampir sepekan Diklat berjalan, Dahnil menilai, ego tersebut kini sudah mulai hilang dari para petugas haji.

"Hari ini ego kelakuan saudara-saudara sekalian saya lihat sudah terkubur dalam. Sudah enggak ada itu yang ngaku orang sudah S3, dokter, dokter, profesor. Sudah jabatan-jabatan yang anda bawa dari luar itu hari ini terkubur. Kita semuanya berkumpul di sini sebagai satu keluarga. Yaitu keluarga petugas haji. Kanan kiri anda itu adalah petugas haji semuanya," kata Dahnil di depan lebih dari 1/600 PPIH.

Menurut Dahnil, para petugas yang saat ini ikut Diklat boleh saja punya pangkat. Tetapi ketika sudah bergabung sebagai petugas haji, semua itu hilang. Semuanya mengemban amanah berat yang sama yakni mensukseskan ibadah haji 2026.

Dahnil bercerita saat haji 2025 banyak berdialog dengan jemaah. Salah satunya dengan seorang lelaki bernama Tobroni yang berasal dari Lampung Selatan.

Dalam dialog itu, kata Dahnil, Tobroni sudah menanti puluhan tahun untuk bisa berhaji.

"Saya tanya Pak Tobroni sudah ngantre haji berapa lama. Beliau menyampaikan beliau sudah mengantre dan akhirnya berangkat setelah 25 tahun," kata Dahnil.

Kemudian, Dahnil menanyakan dari mana uang yang didapat Tobroni untuk membayar iuran pertama daftar haji hingga pelunasannya.

"Beliau menjawab, saya membiayai setoran awal dulu dari menjual rumah. Jadi rumah pribadinya itu dijual," kata Dahnil.

Rumah itu Tobroni jual. Uangnya dia belikan rumah yang lebih kecil dan sisanya dibagikan kepada anaknya. Kemudian, ada porsi yang ia gunakan untuk mendaftar haji.

"Dan pas pada saat beliau dipanggil akan berangkat (haji) masalah juga masih muncul.

"Apa? Tidak ada duit untuk melakukan pelunasan. Lantas saya tanya ke Pak Tobroni ini, 'apa yang bapak lakukan?' Akhirnya rumah yang dia tempati itu dia jual lagi. Hasil penjualannya dia gunakan untuk pelunasan," ucapnya.

"Saya tanya, Pak Tobroni, kan bapak sudah menjual rumah untuk pelunasan. Tadinya juga sudah menjual rumah untuk setoran awal dan sawah. Lantas bapak nanti tinggal dimana? Dari setelah naik haji. Pak Tobroni menjawab dengan singkat. 'Bang Dahniel saya sudah sepuh, sudah tua. Ya nanti setelah kembali dari haji, saya numpang dengan anak-anak'," lanjutnya.

Kemudian, Tobroni mengungkapkan alasannya melakukan hal tersebut.

"'Mas dosa saya itu sudah terlalu banyak'," kata Tobroni ke Dahnil.

Minta Petugas Tak Khianati Jemaah

Berkaca dari apa yang dilakukan oleh Tobroni tersebut, Dahnil meminta jemaah tidak mengkhianati pengorbanan seperti yang dilakukan Tobroni. Dahnil berharap petugas bisa melayani jemaah jemaah dengan sebaik mungkin.

"Harapan dan mimpi ke tanah suci orang-orang seperti Pak Tobroni lah yang akan anda layani. Keinginan dan semangat spiritual orang-orang seperti Pak Tobroni lah yang akan anda jaga," kata dia.

"Saya tidak sampai berpikir, bahkan tidak bisa memikirkan. Bagaimana jahatnya kita, kami misalnya pejabat publik, menteri, wakil menteri. Atau pejabat-pejabat di kementerian haji, kalau sampai tega menghianati orang-orang seperti Pak Tobroni. Untuk mengambil hak-hak mereka. Mengambil duit yang mereka perjuangkan sedemikian rupa," sambungnya.

Dahnil berharap, petugas dapat amanah bekerja sebaik mungkin menjadi pelayan tamu-tamu Allah.

"Amanah dari jemaah haji ini harus kita tunaikan sebaik mungkin. Anda mengemban tiga amanah. Pertama amanah dari Allah SWT Karena Anda petugas haji melayani tamu-tamu Allah. Amanah kedua adalah amanah dari jemaah haji. Seperti Pak Tobroni tadi. Amanah yang ketiga tentu adalah amanah dari negara," kata Dahnil.

"Karena negara bertanggung jawab memfasilitasi dan menjaga warga negaranya. Untuk beribadah secara baik dan aman," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sepak Terjang Bahtiar Baharudin Eks Pj Gubernur Sulsel, Dicopot Usai Diperiksa Kejaksaan
• 15 jam lalutribuntimur.com
thumb
Cuaca Ekstrem di Gunung Slamet, Evakuasi Jenazah Syafiq Ali Dilanjutkan Hari Ini
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ayo Ikut! Batas Submission Apresiasi Konektivitas Digital 2026 Diperpanjang
• 13 jam laludetik.com
thumb
Divonis 6 Bulan Penjara, Laras Faizati Langsung Dibebaskan dengan Pengawasan
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Legislator PDIP Kritik Peran Komnas HAM & Perempuan Soal Kasus yang Dialami Aurelie
• 4 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.