Candi Palgading dan Tantangan Pelestarian di Tengah Laju Permukiman Sleman

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Di tengah padatnya kawasan permukiman di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Candi Palgading masih berdiri sebagai penanda sejarah masa Mataram Kuno. Namun, seiring terus bertambahnya pembangunan hunian dalam beberapa tahun terakhir, keberadaan situs ini kembali menjadi perhatian dalam konteks pelestarian cagar budaya.

Candi Palgading terletak di Dusun Palgading, Kalurahan Sinduharjo. Situs ini pertama kali ditemukan pada tahun 2007 saat proses penggalian lahan untuk pembangunan perumahan. Struktur bata dan batu andesit yang ditemukan menunjukkan ciri bangunan keagamaan Hindu dari sekitar abad ke-9 Masehi, periode kejayaan Kerajaan Mataram Kuno di Jawa bagian selatan.

Hingga kini, area di sekitar situs terus berkembang menjadi kawasan hunian. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan baru, terutama dalam menjaga batas aman situs agar tidak terdampak aktivitas pembangunan. Upaya pemantauan dan pendataan rutin masih dilakukan untuk memastikan struktur candi tidak mengalami kerusakan lanjutan.

Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta, Sutarto, menyatakan bahwa Candi Palgading merupakan bukti bahwa tinggalan sejarah kerap berada berdampingan dengan kehidupan masyarakat modern. “Penemuan Candi Palgading mengingatkan kita bahwa sejarah sering kali tersembunyi di bawah ruang hidup masyarakat saat ini,” ujarnya.

Menurut Sutarto, berdasarkan temuan fragmen bangunan dan konteks lingkungan sekitarnya, Candi Palgading diduga menjadi bagian dari lanskap permukiman dan aktivitas ritual keagamaan pada masa Mataram Kuno. Meski belum dapat direkonstruksi secara utuh, situs ini tetap memiliki nilai penting sebagai sumber pengetahuan sejarah.

Pihak terkait menerapkan langkah pelindungan dengan menetapkan area inti situs dan melakukan pengawasan berkala. Pendekatan ini dilakukan agar pelestarian cagar budaya dapat berjalan seiring dengan kebutuhan ruang hidup warga.

Masyarakat sekitar pun turut menyadari pentingnya keberadaan situs tersebut. Salah seorang warga Palgading, Suyanto, mengatakan bahwa Candi Palgading menjadi pengingat akan sejarah panjang wilayah tempat mereka tinggal. Ia menuturkan bahwa warga berharap situs tersebut tetap terjaga meskipun lingkungan sekitar terus berkembang.

Keberadaan Candi Palgading menunjukkan bahwa pelestarian warisan budaya tidak dapat dilepaskan dari dinamika pembangunan modern. Di tengah laju urbanisasi Sleman, situs ini menjadi pengingat bahwa sejarah bukan hanya masa lalu, tetapi juga bagian dari ruang hidup masyarakat hari ini.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bulukumba Institute Gelar Dialog, Empat Kasat di Polres Bulukumba Dijadikan Narsum
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Harga CPO Turun Tertekan Geopolitik Iran dan Penerapan B50 di Indonesia
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Angkringan di Sleman Favorit Mahasiswa, Jual Nasi Sop Rp 3 Ribu-Gorengan Rp 500
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Hasil Drawing ASEAN Cup 2026: Indonesia Segrup dengan Vietnam, Ini Analisis Peluangnya
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Komisi III DPR Kick Off Pembahasan RUU Perampasan Aset
• 16 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.