VIVA – Menentukan pilihan makanan dan minuman saat menjalani program penurunan berat badan sering kali terasa membingungkan. Informasi yang saling bertentangan, tren diet yang cepat berubah, hingga klaim influencer di media sosial membuat banyak orang berpikir bahwa hanya air putih yang boleh dikonsumsi ketika ingin menurunkan berat badan.
Padahal, pola pikir serba hitam-putih justru dapat menggagalkan tujuan diet, terutama bagi mereka yang terbiasa menikmati segelas jus saat sarapan atau susu bersama sereal. Pendekatan nutrisi yang berkelanjutan tidak melarang satu jenis makanan atau minuman secara mutlak.
Menurut para ahli gizi, beberapa minuman yang kerap dicap “buruk” ternyata masih bisa masuk dalam pola makan penurunan berat badan jika dikonsumsi dengan bijak. Scroll untuk info lebih lanjut!
1. Susu Sapi
- Freepik
Susu sapi kerap disalahkan karena kandungan gulanya, padahal penelitian justru menunjukkan hasil sebaliknya. Salah satu studi menemukan bahwa konsumsi susu utuh dikaitkan dengan berat badan, indeks massa tubuh, serta risiko obesitas yang lebih rendah.
“Susu memiliki banyak manfaat. Protein berkualitas tinggi dan mudah diserap dalam susu, seperti leusin, dapat merangsang pertumbuhan otot, yang membantu menjaga massa otot tanpa lemak,” kata ahli gizi olahraga Sarah Koszyk, sebagaimana dikutip dari Eating Well, Jumat, 16 Januari 2026. “Saat orang mencoba menurunkan berat badan, mereka ingin mempertahankan massa otot dan membakar lemak.”
Sebagai contoh, satu cangkir susu skim mengandung sekitar 8 gram protein dengan hanya 90 kalori. Susu dapat dinikmati sebagai camilan bergizi, campuran smoothie, atau pendamping sereal tanpa perlu rasa bersalah.
2. Susu Kedelai Fortifikasi
Produk berbahan kedelai, termasuk susu kedelai, juga dapat menjadi bagian dari rencana diet. Tinjauan ilmiah menunjukkan bahwa asupan protein yang cukup dapat membantu penurunan berat badan, termasuk protein dari kedelai.
“Memasukkan susu kedelai ke dalam pola makan adalah cara yang sangat baik untuk meningkatkan asupan protein, serat, vitamin, dan mineral saat menurunkan berat badan,” ujar ahli gizi Lauren Harris-Pincus.
Sebagai gambaran, satu cangkir susu kedelai fortifikasi tanpa gula mengandung sekitar 7 gram protein dan 80 kalori, serta vitamin B12 yang sering kurang dalam pola makan berbasis nabati.





