7 Cara Mengelola Haid dengan Obat Hormon, Penting bagi Calon Jamaah Haji Perempuan!

mediaindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita

Menjalankan ibadah haji dengan khusyuk tentu menjadi harapan setiap calon jamaah, termasuk perempuan. Salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah datangnya haid di tengah rangkaian ibadah.

Untuk mengatasinya, sebagian perempuan memilih menunda haid dengan obat hormon. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi membagikan sejumlah kiat penting agar penggunaan obat hormon tetap aman dan efektif.

1. Pahami Tujuan Penggunaan Obat Hormon

Obat hormon penunda haid umumnya mengandung progesteron. Hormon ini bekerja dengan mengubah fase menstruasi sehingga haid tidak terjadi atau tertunda selama masa ibadah.

Baca juga : Pakar Ungkap Penyebab Utama Penuaan: Bukan Usia, tapi Hormon!

Tujuannya adalah agar ibadah haji dapat berjalan lancar tanpa terganggu siklus menstruasi.

2. Ketahui Waktu Tepat mulai Minum Obat

Waktu konsumsi obat hormon sangat menentukan keberhasilannya. Idealnya, obat mulai diminum 14 hari sebelum perkiraan haid berikutnya atau pada hari ke-14 sejak hari pertama haid terakhir.

Untuk memudahkan, calon jamaah dapat memantau siklus menstruasi melalui aplikasi pencatat haid.

Baca juga : 3 Bulan Jelang Keberangkatan Haji, Ini Tips Agar Jemaah Tetap Sehat, Fit, dan Bugar

3. Konsumsi Obat Secara Teratur Selama Ibadah

Obat hormon biasanya diminum dua kali sehari dan harus dikonsumsi secara terus-menerus hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.

Menghentikan obat sebelum ibadah selesai berisiko memicu haid datang keesokan harinya.

4. Atasi Spotting dengan Penyesuaian Dosis

Pada sebagian kasus, meski sudah minum obat sesuai anjuran, masih bisa muncul spotting atau bercak darah ringan.

Jika ini terjadi:

  • Dosis bisa dinaikkan menjadi tiga kali sehari sementara
  • Setelah bercak berhenti, dosis dikembalikan ke dua kali sehari

Spotting ini bukan menstruasi dan umumnya masih diperbolehkan untuk tetap beribadah.

5. Kenali Efek Samping yang Mungkin Timbul

Di awal konsumsi, obat hormon bisa menyebabkan:

  • Mual
  • Pusing ringan

Namun efek ini biasanya bersifat sementara dan tidak sampai mengganggu aktivitas harian.

6. Konsultasikan Jika Memiliki Riwayat Penyakit

Penggunaan obat hormon wajib dikonsultasikan dengan dokter, terutama bagi perempuan yang memiliki:

  • Riwayat hipertensi
  • Sedang mengonsumsi obat antihipertensi
  • Riwayat stroke

Kondisi tersebut bukan berarti tidak boleh menggunakan obat hormon, tetapi perlu penyesuaian dan pengawasan medis.

7. Jangan Konsumsi Tanpa Anjuran Dokter

Setiap tubuh memiliki respons yang berbeda terhadap hormon. Oleh karena itu, penggunaan obat penunda haid harus berdasarkan resep dan arahan dokter, bukan atas inisiatif sendiri.

Kesimpulan

Menunda haid dengan obat hormon bisa menjadi solusi bagi calon jamaah haji perempuan agar ibadah tetap optimal. Kuncinya adalah waktu konsumsi yang tepat, dosis yang sesuai, serta konsultasi medis sebelum penggunaan. Dengan persiapan yang baik, ibadah pun dapat dijalankan dengan lebih tenang dan nyaman. (Ant/Z-10)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Malaysia Akan Salurkan Listrik dari Laos ke Singapura
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
AS Masuki Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
BGN Blak-blakan soal Rincian Dana Rp15 Ribu per Porsi MBG
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hasil Pemeriksaan Medis, Syafiq Ali Diduga Meninggal 15 Hari Sebelum Ditemukan
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Produksi Nikel Dipangkas Jadi 250–260 Juta Ton Tahun Ini
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.