Menjalankan ibadah haji dengan khusyuk tentu menjadi harapan setiap calon jamaah, termasuk perempuan. Salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah datangnya haid di tengah rangkaian ibadah.
Untuk mengatasinya, sebagian perempuan memilih menunda haid dengan obat hormon. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi membagikan sejumlah kiat penting agar penggunaan obat hormon tetap aman dan efektif.
1. Pahami Tujuan Penggunaan Obat HormonObat hormon penunda haid umumnya mengandung progesteron. Hormon ini bekerja dengan mengubah fase menstruasi sehingga haid tidak terjadi atau tertunda selama masa ibadah.
Baca juga : Pakar Ungkap Penyebab Utama Penuaan: Bukan Usia, tapi Hormon!
Tujuannya adalah agar ibadah haji dapat berjalan lancar tanpa terganggu siklus menstruasi.
2. Ketahui Waktu Tepat mulai Minum ObatWaktu konsumsi obat hormon sangat menentukan keberhasilannya. Idealnya, obat mulai diminum 14 hari sebelum perkiraan haid berikutnya atau pada hari ke-14 sejak hari pertama haid terakhir.
Untuk memudahkan, calon jamaah dapat memantau siklus menstruasi melalui aplikasi pencatat haid.
Baca juga : 3 Bulan Jelang Keberangkatan Haji, Ini Tips Agar Jemaah Tetap Sehat, Fit, dan Bugar
3. Konsumsi Obat Secara Teratur Selama IbadahObat hormon biasanya diminum dua kali sehari dan harus dikonsumsi secara terus-menerus hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.
Menghentikan obat sebelum ibadah selesai berisiko memicu haid datang keesokan harinya.
4. Atasi Spotting dengan Penyesuaian DosisPada sebagian kasus, meski sudah minum obat sesuai anjuran, masih bisa muncul spotting atau bercak darah ringan.
Jika ini terjadi:
- Dosis bisa dinaikkan menjadi tiga kali sehari sementara
- Setelah bercak berhenti, dosis dikembalikan ke dua kali sehari
Spotting ini bukan menstruasi dan umumnya masih diperbolehkan untuk tetap beribadah.
5. Kenali Efek Samping yang Mungkin TimbulDi awal konsumsi, obat hormon bisa menyebabkan:
- Mual
- Pusing ringan
Namun efek ini biasanya bersifat sementara dan tidak sampai mengganggu aktivitas harian.
6. Konsultasikan Jika Memiliki Riwayat PenyakitPenggunaan obat hormon wajib dikonsultasikan dengan dokter, terutama bagi perempuan yang memiliki:
- Riwayat hipertensi
- Sedang mengonsumsi obat antihipertensi
- Riwayat stroke
Kondisi tersebut bukan berarti tidak boleh menggunakan obat hormon, tetapi perlu penyesuaian dan pengawasan medis.
7. Jangan Konsumsi Tanpa Anjuran DokterSetiap tubuh memiliki respons yang berbeda terhadap hormon. Oleh karena itu, penggunaan obat penunda haid harus berdasarkan resep dan arahan dokter, bukan atas inisiatif sendiri.
KesimpulanMenunda haid dengan obat hormon bisa menjadi solusi bagi calon jamaah haji perempuan agar ibadah tetap optimal. Kuncinya adalah waktu konsumsi yang tepat, dosis yang sesuai, serta konsultasi medis sebelum penggunaan. Dengan persiapan yang baik, ibadah pun dapat dijalankan dengan lebih tenang dan nyaman. (Ant/Z-10)





