Jakarta, VIVA – Setiap 43 detik, setidaknya satu anak di dunia meninggal akibat pneumonia—penyakit yang sebagian besar sebenarnya dapat dicegah. Di saat yang sama, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada hampir 1,7 miliar kasus diare anak setiap tahun, dan sekitar 443.832 anak balita meninggal setiap tahunnya karena diare.
Indonesia tidak terkecuali. Tren kasus pneumonia di Indonesia terus mengalami peningkatan sejak 2020. Data terakhir di 2024 menunjukkan kasus pneumonia menyentuh angka 857.483. Angka ini didominasi oleh kelompok usia balita. Scroll untuk tahu informasi selengkapnya, yuk!
Data WHO menunjukkan, pneumonia adalah penyebab utama kematian akibat penyakit infeksius di dunia, terutama pada anak-anak di bawah usia lima tahun dan orang dewasa lanjut usia. Melihat tingginya kasus pneumonia, WHO secara global merekomendasikan vaksinasi pneumokok sebagai salah satu intervensi paling efektif untuk menurunkan angka kesakitan, rawat inap, hingga kematian akibat penyakit ini.
Selain itu, langkah preventif lainnya juga perlu dilakukan. Kebersihan gigi dan mulut yang buruk dapat meningkatkan risiko pneumonia karena bakteri dari mulut bisa terhirup ke paru-paru cuci tangan dan sikat gigi adalah cara efektif mencegah pneumonia, karena keduanya mengurangi jumlah bakteri penyebab infeksi pernapasan; menjaga keduanya sama pentingnya untuk kesehatan sistemik.
Berangkat dari urgensi tersebut, GenBio—lembaga nirlaba yang didirikan oleh Swiluva Ma—meluncurkan inisiatif edukasi berbasis sains untuk memperkuat kebiasaan dasar pencegahan infeksi pada anak: cuci tangan pakai sabun dan kebersihan mulut/gigi.
“Ini bukan hanya masalah medis—ini juga masalah perilaku. Kebiasaan sederhana yang dilakukan konsisten dapat menjadi benteng pertama anak terhadap infeksi yang paling sering menyerang,” ujar Swiluva Ma, Founder GenBio, dalam keterangannya, dikutip Jumat 16 Januari 2026
Tangan yang tidak dicuci adalah jalur cepat perpindahan kuman. Data CDC menunjukkan bahwa cuci tangan dapat membantu mencegah sekitar 30 persen penyakit terkait diare dan sekitar 20 persen infeksi saluran napas. Karena itu, buklet GenBio menekankan momen-momen penting CTPS: sebelum makan, setelah dari toilet, setelah bermain atau beraktivitas, setelah batuk, bersin, dan setelah menyentuh benda kotor.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473258/original/062222800_1768395966-Screenshot_20260114_164206_Gallery.jpg)



