Suka-duka Petugas Parkir di Stasiun Palmerah: Panas, Hujan, dan Komplain Pelanggan

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Panas terik, hujan deras, hingga keluhan pelanggan menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian Agus (28), petugas parkir di salah satu lahan parkir dekat Stasiun Palmerah, Jakarta Barat.

Meski kerap menghadapi berbagai tantangan, Agus mengaku tetap menikmati pekerjaannya. Agus mengatakan, saat cuaca hujan, ia biasanya dibekali jas hujan oleh pemilik lahan parkir. Namun, ia mengaku lebih memilih bekerja saat cuaca panas dibandingkan hujan.

"Panaslah. Saya gampangan orangnya cepat pilek apa panas dingin itu," katanya saat ditemui Kompas.com.

Baca juga: Di Balik Parkiran Stasiun Palmerah, Agus dan Rutinitas Menata Motor Penumpang KRL

Selain faktor cuaca, Agus juga kerap menghadapi komplain dari pengguna parkir. Keluhan yang paling sering ia terima berkaitan dengan kondisi motor, seperti lecet.

"Pernah komplain yang kayak motor lecet. Namanya juga parkiran umum gini ya," ujarnya.

Menurut Agus, kejadian tersebut umumnya terjadi karena pengendara mengambil motornya sendiri tanpa memperhatikan kondisi sekitar.

"Ada yang ngambil orangnya sendiri ya kan sembarangan narik-tarik aja enggak lihat-lihat kiri kanan," jelasnya.

Tak hanya soal motor, komplain juga terkadang berkaitan dengan helm yang hilang atau rusak.

"Ada pernah. Terus yang helm juga ada," kata Agus.

Namun, ia menegaskan tanggung jawab petugas parkir hanya sebatas kendaraan, bukan helm. Apalagi, pengelola lahan parkir telah menyediakan rak khusus untuk menyimpan helm.

"Ini kan dari bosnya kalau dapet masalah helm angkat tangan. Kami fokus ke motor karena kalau sama helm, waduh," tuturnya.

Baca juga: Truk Jeblos ke Got Saat Parkir di Depok, Lalu Lintas Sempat Tersendat

Meski demikian, Agus mengaku selama bekerja di lokasi tersebut belum pernah mendapat perlakuan kasar dari pengguna parkir. Menurut dia, sikap ramah menjadi kunci dalam menghadapi beragam karakter pelanggan.

"Kalau kami ramah, orang juga pasti ramah kayak begitu. Kalau kami ngomong kasar gini, pasti dong yang begitu lah," ujarnya.

Agus bekerja secara bergantian dengan satu petugas parkir lain. Ia menerima gaji bulanan sebesar Rp 2,9 juta dengan jam kerja delapan jam per hari.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menilai pekerjaannya saat ini masih lebih ringan dibandingkan pekerjaan sebelumnya di sektor limbah. Meski harus berhadapan dengan panas, hujan, dan berbagai komplain, Agus mengaku tetap bersyukur.

"Dibanding yang sebelumnya sih mending di sini. Dinikmati aja kerjaannya. Kalau kita bilangnya berat sih masa gini doang berat," tambahnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Benarkan Setop Proses Hukum Eggi Sudjana dan Damai Lubis
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mantan Sekjen Kemenaker Disebut Terima Uang Pemerasan RPTKA Sejak 2010 Senilai Rp12 M
• 7 jam lalugenpi.co
thumb
Pasukan Eropa Mulai Mendarat di Greenland Usai Pernyataan Trump
• 42 menit laluidntimes.com
thumb
Guru Besar IPB: Bangka Belitung Berpotensi jadi Penghasil Blue Carbon dengan Nilai Ekonomi Tinggi
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Dua Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Sudah Dibongkar, Pemotor: Kelihatan Plong
• 6 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.