Bisnis.com, JAKARTA - Aprilia Racing punya ambisi tancap gas sejak awal musim, demi menantang dominasi Ducati dan para pembalapnya, terutama juara bertahan dari tim pabrikan Ducati Lenovo, Marc Marquez.
Selama sesi presentasi tim dan peluncuran livery Aprilia Racing 2026, duo pembalap Marco Bezzecchi dan Jorge Martin pun tampak optimistis bisa melampaui kesuksesan mereka musim lalu.
Terutama Bezzecchi yang sukses meraih perunggu di klasemen pembalap, sekaligus ikut mengantarkan Aprilia sebagai pabrikan dengan kemenangan terbanyak selain Ducati.
Terkini, Bez mengaku fokus untuk tancap gas sejak awal seri, menilik musim lalu dirinya masih butuh adaptasi di tahun pertamanya bersama Aprilia sehingga potensi utuhnya baru keluar di paruh-paruh akhir jelang tutup tahun.
Sebagai pengingat, Bez tercatat meraih tiga kali juara seri, tiga kali juara sprint, tiga kali meraih podium ke-2, dan tiga kali meraih podium ke-3.
Adapun, satu kemenangan motor bermesin Aprilia lain disumbangkan pembalap tim satelit, Raul Fernandez dari Trackhouse MotoGP Team.
Baca Juga
- MotoGP: Valentino Rossi Targetkan Rider Pertamina Enduro VR46 Raih Juara Seri di 2026
- Toprak Razgatlioglu Fokus Adaptasi Beda MotoGP dengan WSBK: 'Insyaallah Memberikan yang Terbaik'
- MotoGP: Jack Miller Sebut Mesin Baru Yamaha V4 Sebagai Keajaiban
Kedua pembalap sempat mempersembahkan salah satu momen terbaik buat tim asal Noale itu di musim lalu, yakni finis doubel podium posisi 1 dan 2 pada seri terakhir di Sirkuit Ricardo Tormo, seri GP Valencia.
"Melihat cara kami menutup musim lalu, tentu ekspektasi buat Aprilia jadi semakin tinggi. Tapi fokus kami saat ini terutama untuk memulai 2026 dengan prestasi yang setidaknya setara posisi kami saat itu," ungkapnya dalam acara presentasi tim, Kamis (15/1/2026) malam.
Sementara itu, Juara Dunia MotoGP 2024 Jorge Martin fokus untuk bangkit tahun ini, setelah melewati masa kelam akibat cedera di hampir sepanjang musim lalu.
Sekadar info, Martin tahun lalu tidak sempat menjalani tes awal musim karena cedera. Lantas, di tengah musim, Martin mulai pulih dan mencetak prestasi terbaik finis posisi ke-4 di Sirkuit Balaton Park, GP Hungaria, sebelum akhirnya cedera lagi karena terjatuh di seri GP Jepang.
"Melihat apa yang bisa dilakukan Marco dan motor Aprilia, fokus saya tahun ini terutama melatih fisik buat pemulihan secepat mungkin, serta mengembalikan kepercayaan diri di atas motor. Kalau pembalap lain bisa menang dengan Aprilia, saya pun yakin pasti bisa," ungkapnya.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola tampak lebih kalem dan mengungkap akan ada banyak tantangan buat para pembalapnya. Terlebih, menilik akhir musim lalu pihaknya bisa tampil mencolok karena Marc Marquez kembali cedera.
"Ketika 93 [nomor Marquez] kembali bugar, itu masih akan jadi tantangan. Selain itu, setiap tim pabrikan lain tampak semakin berkembang, jadi kami juga harus bekerja keras," ujarnya dalam sesi wawancara.
Terkini, Aprilia Racing meluncurkan motor dengan livery didominasi warna hitam khasnya, serta motif singa yang mencerminkan simbol Venesia, tempat markasnya di Noale, serta nilai-nilai tim berupa kekuatan, ketangguhan, tekad, dan keberanian.





:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Rusman-tak-gentar-hadapi-laporan-balik-Farid.jpg)