KOMPAS.TV - Situasi di Timur Tengah kian memanas. Korps Garda Revolusi Iran secara resmi menyatakan kesiapan tempur untuk menghadapi potensi agresi Amerika Serikat.
Panglima Garda Revolusi, Mohammad Pakpour, dikutip dari APTN, menegaskan setiap serangan terhadap kedaulatan Iran akan dibalas dengan kekuatan penuh.
Kekuatan udara Iran kini berada dalam status siaga tinggi.
Iran juga terus memantau secara ketat pergerakan personel serta aktivitas pangkalan militer Amerika Serikat di seluruh kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancara dengan Fox News, menyatakan Teheran tetap membuka jalur diplomasi dengan Amerika Serikat.
Menanggapi isu serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan mengamati dan melihat perkembangan situasi. Trump menegaskan serangan bukan lagi menjadi pilihan. Pernyataan ini disampaikan Trump di Gedung Putih, Washington DC.
Ketegangan di Iran juga menimbulkan kekhawatiran bagi warga negara Indonesia yang berada di negara tersebut.
Komisi Satu DPR RI meminta Kementerian Luar Negeri menyiapkan skema evakuasi bagi WNI di Iran, di tengah gelombang demonstrasi besar yang dilaporkan menelan korban jiwa.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan komunikasi dengan WNI di Iran masih mengalami kendala, seiring situasi keamanan yang terus memanas.
Pemerintah mengimbau seluruh WNI di Iran untuk tetap waspada, menghindari lokasi rawan, serta menyiapkan langkah antisipasi, termasuk evakuasi jika diperlukan.
Berdasarkan laporan Human Rights Activist News Agency, sekitar 2.500 orang dilaporkan tewas akibat demonstrasi besar-besaran yang berujung kerusuhan di Iran. Peristiwa ini disebut sebagai tragedi paling berdarah sejak Revolusi Iran pada 1979.
Situasi di Iran kian memanas. Lalu, bagaimana nasib warga negara Indonesia di sana?
Kita akan berdiskusi bersama anggota Komisi Satu DPR RI Fraksi PKB, Syamsu Rizal.
Baca Juga: Garda Revolusi Iran Siap Tempur Hadapi AS-Israel, Persediaan Rudal Ditingkatkan!
#iran #as #perang #donaldtrump #wni
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- iran
- wni di iran
- kemlu
- evakuasi wni
- donald trump
- as




