Ratusan warga Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, masih terkurung dalam isolasi akibat bencana banjir dan longsor yang memutus akses utama desa mereka sejak dua bulan terakhir. Merespons kondisi darurat tersebut, tim Polres Aceh Barat yang dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Yhogi Hadisetiawan melakukan aksi nekat menembus medan ekstrem demi mengantarkan bantuan logistik dan layanan kesehatan, Kamis 15 Januari 2026.
Akses menuju desa tersebut nyaris lumpuh total. Jembatan penghubung utama putus diterjang banjir, memaksa rombongan polisi harus berjibaku melewati rute alternatif yang berbahaya.
Baca juga:
Cerita Chiki Fawzi saat Menembus Aceh Tamiang: Seperti Kota Lumpur yang Lumpuh
Jalan Kaki Seharian hingga Seberangi Sungai
Perjuangan mengantar bantuan ini tidak mudah. Personel kepolisian harus menempuh perjalanan hampir satu hari penuh. Mereka menggunakan sepeda motor trail hingga batas jalan yang bisa dilalui, kemudian melanjutkan dengan berjalan kaki menerobos hutan belantara.
Medan yang dilalui berupa tebing curam yang licin akibat sisa longsor. Tak hanya itu, karena jembatan putus, petugas terpaksa mengangkut paket sembako menggunakan perahu kayu kecil untuk menyeberangi sungai dengan arus yang sangat deras dan berisiko tinggi.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, menegaskan bahwa langkah ini diambil karena perhitungan stok logistik warga yang diperkirakan sudah menipis. "Ini memang satu desa (Sikundo) yang masih terisolir di Aceh Barat. Dalam perhitungan kami, ini saatnya mereka sudah kehabisan bahan makanan. Bantuan ini kira-kira bisa untuk bertahan 8 hari ke depan," ujar Yhogi.
Paket bantuan yang disalurkan meliputi bahan pokok seperti beras, ikan kaleng, mi instan, serta kebutuhan sandang seperti selimut dan pakaian. Selain logistik, tim dokkes Polres juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, memprioritaskan anak-anak dan lansia yang rentan sakit di pengungsian.
"Fokus kami memastikan mereka tidak kekurangan makanan. Ini bentuk kehadiran negara di tengah situasi darurat," tambahnya.
Harapan Warga
Kedatangan rombongan polisi disambut haru oleh warga setempat. Ema, salah satu korban bencana di Sikundo, mengungkapkan rasa terima kasihnya karena bantuan ini menjadi penyambung hidup di tengah keterbatasan.
"Terima kasih banyak Bapak Kapolres yang telah memberi bantuan kepada kami masyarakat Sikundo. Semoga kami mendapat manfaat yang banyak dari ini," tutur Ema.
Hingga kini, sejumlah personel polisi disiagakan di titik-titik krusial sembari berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan agar aktivitas warga bisa kembali normal.
.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5451690/original/037321300_1766332972-1000329790.jpg)

