Mengapa Wanita Kerap Jatuh Cinta pada Pria yang Salah? Ini Penjelasan Psikologisnya

tabloidbintang.com
18 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Banyak orang tanpa sadar menjalani hidup dengan pola yang terus berulang, termasuk dalam urusan asmara. Tak sedikit wanita yang harus merasakan patah hati berkali-kali karena terjebak pada tipe pasangan yang sama, dan sering kali, itu adalah pria yang keliru. Situasi ini tentu memunculkan pertanyaan besar: mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Untuk membantu memahami fenomena ini, berikut beberapa faktor utama yang paling sering membuat wanita kembali terperosok ke dalam masalah percintaan yang serupa.

1. Kesepian yang Mengaburkan Penilaian

Rasa kesepian kerap menjadi pemicu terbesar seseorang menerima hubungan tanpa pertimbangan matang. Demi menghindari cap “sendirian” atau “tidak laku”, seseorang rela membuka hati kepada siapa pun yang datang, tanpa memikirkan kecocokan nilai dan karakter.

Padahal, status lajang bukanlah aib. Selama seseorang tetap aktif, produktif, dan berkembang, tidak ada alasan untuk merasa rendah diri. Justru dengan kesabaran dan kesiapan emosional, pasangan yang tepat akan hadir pada waktunya.

2. Mencari Sosok Pelengkap yang Terlalu Jauh

Secara naluriah, manusia tertarik pada hal-hal yang tidak dimilikinya. Misalnya, seseorang dengan latar belakang sederhana cenderung mendambakan pasangan yang mapan secara finansial. Namun dalam praktiknya, hubungan akan lebih sehat jika dibangun atas kesetaraan, baik dari sisi pendidikan, gaya hidup, maupun nilai hidup.

Solusi terbaik bukan sekadar mencari pasangan “lebih”, melainkan memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri terlebih dahulu agar kelak bertemu dengan sosok yang setara.

3. Terlalu Terpaku pada Standar Ideal yang Tidak Realistis

Memiliki kriteria pasangan adalah hal wajar. Namun masalah muncul ketika standar tersebut terbentuk dari gambaran tidak nyata, seperti tokoh fiksi, selebritas, atau karakter drama populer. Ekspektasi semacam ini sering kali tidak sejalan dengan realitas kehidupan.

Idealnya, kriteria pasangan lahir dari pemahaman akan kebutuhan pribadi, bukan hasil meniru gambaran romantis yang belum tentu cocok saat diterapkan dalam kehidupan nyata.

4. Tidak Memahami Kebutuhan Diri Sendiri

Sebaliknya, ada pula individu yang tidak memiliki gambaran sama sekali tentang pasangan yang diinginkan. Ketidaktahuan ini membuat mereka mudah terombang-ambing dalam hubungan yang tidak sehat, karena tidak memiliki standar nilai yang jelas.

Masa sendiri seharusnya dimanfaatkan untuk belajar memahami diri, memperdalam wawasan tentang hubungan, serta mengenali nilai apa saja yang penting dalam membangun relasi jangka panjang.

5. Merasa Tidak Pantas Mendapatkan Pasangan yang Lebih Baik

Pengalaman gagal dalam cinta sering kali meninggalkan luka dan rasa tidak percaya diri. Tanpa disadari, hal ini membuat seseorang merasa tidak layak mendapatkan pasangan yang lebih baik, sehingga kembali memilih tipe yang sama atau bahkan lebih buruk.

Padahal, kegagalan seharusnya menjadi pelajaran untuk naik kelas, bukan justru menurunkan standar kebahagiaan diri sendiri.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Komisi II DPR: Opsi-Opsi Perubahan Sistem Pilkada Bukan Barang Haram
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menhaj Gus Irfan Tinjau Aktivitas Pagi Diklat PPIH 2026, Tekankan Disiplin dan Etos Pelayanan
• 13 jam laludisway.id
thumb
Klasemen Proliga 2026, Sektor Putri: Raih Kemenangan Kedua, Gresik Phonska Plus Geser Jakarta Popsivo Polwan dari Puncak
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Utama WEF 2026
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Trump Umumkan Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.