JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf meninjau langsung aktivitas pagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang tengah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan, kedisiplinan, serta pola pembinaan karakter petugas sejak awal kegiatan harian.
Menurut Gus Irfan, sapaan karibnya, pembentukan etos kerja petugas haji harus dimulai dari kebiasaan-kebiasaan dasar selama proses diklat berlangsung.
Gus Irfan menyaksikan langsung rangkaian aktivitas peserta, mulai dari apel pagi, persiapan menuju kelas, hingga layanan pendukung yang diterima selama pelatihan.
Ia menilai keteraturan aktivitas dan dukungan fasilitas menjadi elemen penting dalam menyiapkan petugas haji yang profesional dan berintegritas.
“Menjadi PPIH berarti siap menjalani proses. Termasuk menerima dinamika pelayanan dengan sikap lapang dada dan penuh tanggung jawab. Semua itu bagian dari pengabdian,” kata Gus Irfan.
Ia juga mengingatkan bahwa PPIH bukan hanya petugas teknis, melainkan representasi negara sekaligus pelayan tamu-tamu Allah.
Oleh karena itu, setiap petugas dituntut mampu bersikap arif, mendahulukan kepentingan jemaah, serta menjaga marwah institusi dalam setiap tindakan.
Menurut dia, integritas personal dan profesionalisme harus berjalan beriringan, terutama dalam menghadapi tekanan tugas di lapangan saat puncak penyelenggaraan haji.
Dalam konteks keterbukaan informasi, Irfan juga menekankan pentingnya kebijaksanaan petugas dalam berkomunikasi, baik selama masa persiapan maupun saat bertugas di Arab Saudi.
“Tidak semua hal harus disikapi secara reaktif. Petugas haji harus mampu memilah, menyaring, dan menyampaikan informasi secara tepat agar tidak menimbulkan salah tafsir dan tetap menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa profesionalisme, kedewasaan berkomunikasi, serta keikhlasan dalam melayani merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari tugas PPIH.
Kementerian Haji dan Umrah, lanjut Gus Irfan, berkomitmen terus memperkuat pembinaan petugas, baik dari aspek kompetensi, etika pelayanan, maupun kesejahteraan, demi mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang aman, tertib, dan bermartabat.



