Pemerintah Bentuk Tim Kajian untuk Sinkronisasi Kampus dengan Dunia Kerja

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

JJakarta, VIVA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, menyatakan pemerintah membentuk tim untuk mengkaji keterhubungan antara dunia kampus dengan dunia kerja sehingga lulusan dari universitas dapat langsung terserap oleh penyedia kerja.

Prasetyo menjelaskan pembentukan tim itu merupakan salah satu wujud keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada komunitas civitas akademika.

Baca Juga :
Hasil Rapat Pleno, KNPI Tegaskan Dukung Astacita Presiden Prabowo
ULN Sektor Publik Melambat, BI: Utang Luar Negeri RI November 2025 Turun

Presiden Prabowo Subianto Undang 1.200 Rektor dan Guru Besar
Photo :
  • Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

"Kami sedang diminta untuk melakukan telaah terhadap kondisi seluruh universitas kita. Ini kan keberpihakan ini terjemahannya banyak, misalnya mengenai jumlah universitas kita, mengenai kelanjutan dari hasil lulusan universitas-universitas kita supaya ketika lulus ini sinkron dengan keterbukaan atau ketersediaan lapangan pekerjaan," kata Prasetyo Hadi dalam konferensi di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis, 16 Januari 2026.

Prasetyo melanjutkan pembentukan tim itu juga telah dilaporkan oleh beberapa menteri kepada Presiden dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dengan 1.200 guru besar bidang sosial humaniora (soshum), dekan-dekan, dan rektor-rektor dari perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta se-Indonesia hari ini.

"Ini bagian yang tadi kami sampaikan bahwa ini kami sedang membentuk tim dengan dipimpin oleh Mendiktisaintek (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) yang bekerja sama dengan beberapa kementerian yang lain, ada Menteri Tenaga Kerja, ada Menteri Perdagangan, ada Menteri Perindustrian supaya semuanya menjadi satu kesatuan, sebuah grand design ekosistem yang memang berasal dari pendidikan, tetapi ujungnya setelah lulus kan tentunya harus bisa mengawaki beberapa program prioritas pemerintah, dan terutama menggerakkan ekonomi kita," ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, sebelum pertemuan berlangsung, Prasetyo menjelaskan pemerintah juga mengkaji strategi meningkatkan kualitas perguruan tinggi di Indonesia, sekaligus dalam waktu yang sama, biaya yang dibebankan kepada mahasiswa juga dapat dikurangi.

"Kita menyadari bahwa sesungguhnya amanat konstitusi kita harus mencerdaskan kehidupan bangsa dan salah satunya melalui pendidikan di tingkat universitas, sehingga kalau memungkinkan kita sedang coba menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat maju dan berkualitas, dan tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat atau bagi mahasiswa," kata Prasetyo Hadi.

Di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis, Presiden Prabowo beraudiensi dengan 1.200 guru besar bidang sosial dan humaniora (soshum), dekan-dekan, rektor serta pimpinan perguruan tinggi.

Baca Juga :
Prabowo Bahas Kekurangan Dokter hingga Biaya Kuliah Bersama 1.200 Rektor dan Guru Besar
Rupiah Menguat di Tengah Optimisme Purbaya soal Ekonomi Tumbuh 6 Persen
Hadapi Ancaman Berbagai Krisis, Airlangga Targetkan RI Raih Ketahanan Pangan

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Oppo Pastikan Reno 15 Series Bawa Kamera Selfie Ultra-Wide 50 MP
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Perspektif Hukum Positif terhadap Penggunaan AI dan Ancaman KBGO
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Warga Bulukumba Sumbang Rp500 Juta Untuk Korban Bencana di Tanah Datar Sumbar
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Polri Peduli, Beri Pendampingan Psikologis saat 40 Hari Kepergian Alvaro Kiano
• 13 jam laludisway.id
thumb
Viral! Pegawai PPPK Bandung Digerebek Istri Sah di Rumah Istri Simpanan
• 13 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.