Aturan Visa Donald Trump Ancam Kehadiran Suporter di Piala Dunia 2026

mediaindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita

KEBIJAKAN imigrasi terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump telah menimbulkan gelombang kepanikan di kalangan suporter sepak bola dunia. Berdasarkan pengumuman terbaru per 14 Januari 2026, Amerika Serikat (AS) menangguhkan pemrosesan visa bagi warga dari 75 negara, termasuk beberapa raksasa sepak bola seperti Brasil, Kolombia, dan Maroko.

Dampak bagi Suporter dan Negara Peserta

Meskipun administrasi Trump menyatakan bahwa aturan ini secara teknis menyasar visa imigran, praktiknya di lapangan menunjukkan adanya pemeriksaan latar belakang yang jauh lebih ketat (extreme vetting) bagi pemohon visa turis (B-2) yang akan digunakan oleh para suporter. Hal ini mencakup pemeriksaan riwayat media sosial dan verifikasi keuangan yang sangat mendalam.

Negara-negara seperti Brasil dan Kolombia, yang dikenal memiliki basis suporter paling fanatik dan masif, kini menghadapi ketidakpastian. Di beberapa wilayah, waktu tunggu wawancara visa bahkan dilaporkan mencapai lebih dari 500 hari, yang secara praktis menutup peluang fans untuk hadir tepat waktu saat kick-off Juni mendatang.

Baca juga : Trump Sebut FIFA Siap Pindahkan Lokasi Piala Dunia 2026 jika Keamanan Terancam

Daftar Negara Peserta Terpilih yang Terdampak Krisis Visa Negara Peserta Status Dampak Estimasi Waktu Tunggu Visa Brasil Vetting Ketat & Penangguhan Parsial 280+ Hari Kolombia Vetting Ketat 560+ Hari Maroko Pemeriksaan Keamanan Tambahan 330+ Hari Iran Penangguhan Penuh (Travel Ban) Tidak Tersedia Senegal Vetting Ketat 200+ Hari Upaya FIFA dan "FIFA PASS"

Menanggapi situasi ini, FIFA telah meluncurkan sistem FIFA Priority Appointment Scheduling System (FIFA PASS). Layanan ini dirancang khusus untuk pemegang tiket resmi agar mendapatkan prioritas jadwal wawancara di kedutaan besar AS. Namun, efektivitas sistem ini masih diragukan oleh banyak pihak mengingat kebijakan politik Trump yang sangat restriktif.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan Gedung Putih.

"Kami ingin memastikan bahwa Piala Dunia 2026 tetap menjadi ajang yang inklusif. Kami bekerja sama dengan otoritas AS untuk memastikan fans dari seluruh negara yang lolos dapat memberikan dukungan langsung," ujar Infantino dalam pernyataan resminya.

Baca juga : AS Tegaskan akan Melawan Upaya Memblokir Israel Tampil di Piala Dunia 2026

Ancaman Boikot dan Pembatalan Tiket

Di media sosial, tagar #BoycottWorldCup mulai trending sebagai bentuk protes terhadap kebijakan tersebut. Laporan awal menunjukkan adanya ribuan permintaan pembatalan tiket dari suporter internasional yang merasa tidak aman atau tidak yakin bisa mendapatkan visa tepat waktu.

Jika masalah ini tidak segera teratasi, Piala Dunia 2026 yang dijanjikan sebagai turnamen terbesar dalam sejarah terancam kehilangan atmosfer meriah yang biasanya dibawa oleh suporter dari Amerika Latin dan Afrika.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
ASEAN Championship 2026: Rizki Ridho Targetkan Timnas Indonesia Juara 
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Penyidik Polda Metro Akui Laporkan Kasus yang Jerat Delpedro Cs Atas Perintah Atasan
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Mengenal Bulgaria yang Bakal Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Semifinalis Piala Dunia 1994, Pernah 2 Kali Lawan Tim Garuda
• 22 jam lalubola.com
thumb
Ilmuwan Kembangkan Alat Pantau Napas Tanaman secara Real-Time, Kunci Hadapi Perubahan Iklim
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Warga Kuala Simpang Antusias Sambut Bantuan MNC Peduli, iNews Media Group, dan Danone
• 2 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.