Dishub DKI Pastikan Pelayanan TransJakarta Tak Berkurang Meski Anggaran Dipangkas

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo memastikan pihaknya tidak akan mengurangi layanan pada transportasi massal di Jakarta, meskipun terdampak kebijakan efisiensi anggaran.

Diketahui, salah satu yang terkena dampak pemangkasan APBD DKI Jakarta yaitu Transjakarta. 

Baca Juga :
22 Tahun Mengaspal, Transjakarta Ungkap Target Besar hingga 2030
Imbas Efisiensi, Kadishub DKI Sebut Subsidi TransJakarta Hanya Cukup untuk 9 Bulan

Syafrin menyampaikan Pemprov Jakarta tetap memberikan subsidi bagi operasional Transjakarta dan tidak akan mengurangi layanan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Halte Transjakarta Jaga Jakarta
Photo :
  • ANTARA/Lifia Mawaddah Putri

“Subsidi terus kita lakukan efisiensi tentunya, tetapi tidak mengurangi layanan yang diberikan dan atau yang telah diterima masyarakat saat ini,” kata Syafrin, dikutip Jumat, 15 Januari 2026.

Adapun sebelumnya dia mengungkapkan bahwa subsidi untuk TransJakarta hanya cukup menutupi operasional sampai September 2026.

“Untuk TransJakarta sendiri itu kami perhitungkan itu baru sekitar, bisa meng-cover sekitar 9 bulan,” kata dia.

Dia menjelaskan hal ini terjadi lantaran adanya pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp15 triliun untuk tahun ini.

“Sehingga untuk anggaran TransJakarta maupun MRT dan LRT itu belum bisa full diakomodir dalam APBD,” tutur Syafrin.

Sebagai informasi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemprov DKI Jakarta mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 sebesar Rp 81,3 triliun.

"Mengenai angkanya, walaupun dipotong (dana bagi hasil) DBH kita Rp 15 triliun, jadi APBD kita ketuk Rp 81,3 triliun," kata Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin di Jakarta, Rabu.

APBD DKI Jakarta 2026 yang disepakati merupakan hasil penyesuaian setelah pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat Rp 15 triliun.

Ilustrasi penumpang bus Transjakarta
Photo :
  • ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

DPRD dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebelumnya sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk APBD 2026 sebesar Rp 95,3 triliun pada 13 Agustus 2025.

Tetapi setelah adanya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait pemotongan DBH, maka Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DKI Jakarta telah menyepakati adanya perubahan APBD 2026 dan disepakati pada Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta Rp 81,3 triliun.

Baca Juga :
Detik-detik Mobil Lawan Arah Masuk Busway Matraman, Bus Transjakarta Tak Mau Mengalah! Endingnya...
6.793 Barang Tertinggal di Transjakarta Sepanjang 2025, Terbanyak Rute Blok M-Kota
Mendagri Tito Ungkap Ada Daerah Habiskan APBD Rp1 Miliar Buat Makan

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Doktor Ahli Pengadaan yang Bikin KPU Keok Terkait Ijazah Jokowi: Siapa Sebenarnya Bonatua Silalahi?
• 18 jam lalusuara.com
thumb
Rutan Kelas II A Batam Alami Overkapasitas, Pembinaan Warga Binaan Tetap Berjalan
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Apresiasi Mitra Berprestasi dengan Perlindungan Jaminan Sosial
• 17 jam laluharianfajar
thumb
KPK: Ono Surono PDIP Diduga Terima Aliran Uang dari Penyuap Ade Kuswara
• 12 jam laludetik.com
thumb
Siapa yang Benar, Siapa yang Salah?
• 20 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.