KKP Rampungkan Survei Perairan Pantura untuk Pembangunan Tanggul Laut

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merampungkan survei Hidro-Oseanografi di Teluk Jakarta dan perairan Semarang. Hal itu sebagai langkah strategis untuk memperkuat perencanaan pembangunan tanggul laut di kawasan Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa.

Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut KKP Kartika Listriana menyampaikan survei yang dilaksanakan bersama Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) ini menjadi fondasi ilmiah bagi Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) dalam menyusun desain teknis perlindungan pesisir. Menurut dia, penyelesaian survei ini merupakan tonggak penting dalam upaya pemerintah mengatasi kerentanan pesisir Pantura terhadap banjir rob, erosi, dan penurunan muka tanah.

“Tantangan pembangunan wilayah pesisir semakin kompleks akibat perubahan iklim, kenaikan muka air laut, dan land subsidence yang terjadi cepat di berbagai kota besar,” ujar Kartika dikutip dari Antara, Jumat, 16 Desember 2026.

Tak hanya itu, KKP juga akan memanfaatkan hasil survei tersebut untuk penataan. Serta pengembangan kawasan pesisir dan kota-kota pesisir di pantura.

Kartika menegaskan bahwa Teluk Jakarta dan perairan Semarang merupakan dua kawasan dengan tingkat kerentanan tertinggi di Pantura. Oleh karena itu, intervensi berbasis data ilmiah disebut diperlukan untuk memastikan ketepatan desain infrastruktur dan meminimalkan risiko lingkungan maupun sosial.

Baca Juga :

BRIN Siap Berkontribusi Selamatkan Pantura lewat Giant Sea Wall
Survei yang berlangsung pada 20 November–29 Desember 2025 ini mencakup pengumpulan data (pemetaan kedalaman (bathymetry), geofisika, pemodelan hidrodinamika, pola arus dan gelombang, analisis sedimen dan transportasi sedimen, hingga kualitas air.

Seluruh proses dilakukan mengikuti standar nasional dan internasional. Sehingga, menghasilkan data yang lengkap dan akurat.

Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan. Foto: Metrotvnews.com/Husein.

Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL Budi Purwanto menegaskan dukungan penuh TNI AL dalam penyediaan data untuk pembangunan tanggul laut sebagai bagian dari proyek strategis nasional.

Deputi I BOPPJ Sawarendro menyambut baik rampungnya survei tersebut. Menurut dia, langkah KKP dan Pushidrosal menjadi bagian penting dari upaya pemerintah mengatasi persoalan kronis banjir rob dan memperkuat ketahanan wilayah pesisir.

“Ini kebutuhan mendesak yang berorientasi pada mitigasi risiko bencana sekaligus penguatan ketahanan wilayah pesisir,” ucap Sawarendro.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemlu Sebut WNI di Iran Aman, meski Ada Demo Rusuh dan Ancaman Serangan AS
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Komisi Yudisial Dukung Revisi Aturan Demi Kesejahteraan Hakim Ad Hoc yang Setara dan Berkeadilan
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Banned FIFA Dicabut, PSM Makassar Masih Belum Bisa Belanja Pemain karena Sanksi Baru
• 21 jam lalufajar.co.id
thumb
UNIDO: Kawasan industri IWIP strategis bagi industri nikel global
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Ancaman Hujan Ekstrem terhadap Karbon Tanah: Solusi Biochar untuk Iklim
• 9 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.