Profil Kurt Cobain, Vokalis Band Nirvana yang Sukses Bawa Musik Skena Grunge Melejit tapi Pilih Akhiri Hidupnya Sendiri

grid.id
13 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Profil Kurt Cobain sebagai vokalis dari Band Nirvana memang memiliki pesonanya sendiri. Membawakan musik beraliran Grunge Kurt Cobain berhasil memukau telinga para pendengar di seluruh dunia.

Itulah sebabnya, kehadiran Kurt Cobain seolah tak bisa tergantikan dan membuat dirinya menjadi legendari.

Profil Kurt Cobain

Nama Kurt Cobain tak bisa dilepaskan dari sejarah musik rock dunia. Musisi bernama lengkap Kurt Donald Cobain ini dikenal sebagai penyanyi, gitaris, sekaligus penulis lagu asal Amerika Serikat yang menjadi simbol perlawanan generasi muda pada era 1990-an.

Kurt Cobain merupakan frontman band Nirvana, grup alternative rock beraliran grunge yang berhasil mengubah wajah musik mainstream dunia.

Latar Belakang dan Keluarga Kurt Cobain

Kurt Cobain lahir di Aberdeen, Washington, Amerika Serikat, pada 20 Februari 1967. Ia merupakan putra dari Donald Cobain dan Wendy Elizabeth. Dalam keluarganya, Kurt memiliki beberapa saudara, termasuk seorang saudara laki-laki bernama Chad serta dua saudari perempuan, Kimberly dan Brianne.

Dalam kehidupan pribadinya, Kurt Cobain menikah dengan aktris dan musisi Courtney Love. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang putri bernama Frances Bean Cobain.

Bakat Musik Sejak Kecil dan Masa Remaja yang Kelam

Ketertarikan Kurt Cobain pada musik sudah muncul sejak usia dini. Darah seni mengalir dari garis keturunan ibunya yang memiliki latar belakang sebagai musisi dan penyanyi jazz. Selain musik, Kurt juga dikenal piawai dalam menggambar dan seni visual.

Namun, masa kecil Kurt Cobain tak sepenuhnya bahagia. Ia dikenal sebagai pribadi introvert dan emosional, terlebih setelah orang tuanya bercerai saat usianya baru menginjak tujuh tahun. Sejak itu, Kurt kerap merasa terasing di lingkungan sekolah dan mengalami depresi berkepanjangan.

 

Musik kemudian menjadi pelarian sekaligus ruang ekspresi bagi Kurt untuk meluapkan kegelisahan dan amarah batinnya.

Pemberontakan dan Awal Perjalanan Musik

Memasuki masa remaja, kehidupan Kurt Cobain dipenuhi gejolak. Ia sempat drop out dari Aberdeen High School, meninggalkan rumah, dan hidup terpisah dari keluarganya. Kurt menjalani hidup mandiri dengan bekerja serabutan sembari menyusuri skena musik rock dari satu tempat ke tempat lain di Amerika Serikat.

Pada pertengahan 1980-an, Kurt mulai aktif di komunitas punk. Ia pernah membentuk band bernama Fecal Matter, yang kerap membawakan lagu-lagu dari band-band seperti The Ramones, Led Zeppelin, hingga Jimi Hendrix.

Pertemuannya dengan Tobi Vail, aktivis punk feminis dan penulis zine, turut memengaruhi pandangan sosial dan politik Kurt. Diskusi tentang anarkisme, isu gender, dan ketimpangan sosial kelak tercermin dalam lirik-lirik Nirvana.

Nirvana dan Ledakan Popularitas Global

Tahun 1987 menjadi titik balik ketika Kurt Cobain membentuk Nirvana bersama Krist Novoselic. Nama Nirvana dipilih karena maknanya yang tenang dan kontras dengan musik keras yang mereka mainkan.

Setelah merilis album debut Bleach pada 1989, Nirvana mencapai puncak kesuksesan lewat album Nevermind (1991). Lagu Smells Like Teen Spirit menjadi anthem generasi dan melambungkan nama Kurt Cobain sebagai suara utama Generasi X.

Musik grunge yang menggabungkan punk dan heavy metal, dengan lirik tentang alienasi, kemarahan, dan kebebasan individu, sukses menembus pasar mainstream. Nirvana tercatat menjual lebih dari 80 juta album di seluruh dunia dan mengangkat skena musik Seattle ke panggung global.

Tekanan Popularitas dan Akhir Tragis

Di balik kesuksesan besar, Kurt Cobain justru merasa tertekan. Ia tak nyaman dengan sorotan media yang terus mengulik kehidupan pribadinya, mulai dari pandangan politik, orientasi seksual, hingga gaya hidupnya.

 

Kurt juga diketahui menderita berbagai gangguan kesehatan serta ketergantungan obat-obatan terlarang sebagai upaya meredakan stres dan depresi.

Pada 8 April 1994, Kurt Cobain ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Washington Boulevard. Hasil penyelidikan menyebutkan adanya luka tembak dan kandungan obat penenang dalam tubuhnya. Ia diperkirakan telah wafat sejak 5 April 1994, pada usia 27 tahun.

Warisan dan Pengaruh Kurt Cobain

Meski meninggal muda, Kurt Cobain dikenang sebagai salah satu musisi paling berpengaruh sepanjang masa. Ia menjadi simbol perlawanan, kejujuran emosional, dan kebebasan berekspresi dalam musik rock.

Untuk mengenang jasanya, sebuah taman di kampung halamannya diberi nama Kurt Cobain Memorial Park atau Cobain Landing Park. Itulah profil Kurt Cobain yang berhasil Grid.ID rangkum. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Benarkah Golongan Darah O Lebih Aman dari Serangan Jantung? Berikut Penjelasannya
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
[FULL] Ahmad Doli dan JPPR Rendy Umboh Soal Salinan Ijazah Jokowi Berstatus Informasi Terbuka
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Bolehkah Aparat Pajang Tersangka ke Publik Menurut KUHAP Baru?
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Aksi Pelemparan Bus Trans Jatim di Gresik, Motif Pelaku Kesal karena Hampir Ditabrak
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
ICBP, INDF, AMRT Cs Jadi Jagoan Analis saat Daya Beli Lesu Masih Jadi Aral
• 23 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.