Kilasan Sejarah 16 Januari: Perang Teluk Persia hingga Presiden Kongo Dibunuh

rctiplus.com
12 jam lalu
Cover Berita

BEBERAPA peristiwa bersejarah terjadi pada tanggal 16 Januari tiap tahunnya. Salah satunya adalah kelahiran Ibu Kasur hingga Presiden Kongo Dibunuh.

Untuk mengingat ataupun menambah wawasan sejarah, Okezone telah merangkum sejumlah peristiwa dan kejadian penting di tanggal 16 Januari, antara lain:

1. Perang Revolusi Amerika

Perang Revolusi Amerika Serikat (1775–1783), atau dikenal sebagai Perang Kemerdekaan Amerika Serikat, berawal sebagai konflik antara Kerajaan Britania Raya dan Amerika Serikat yang baru berdiri. Seiring waktu, perang ini berkembang menjadi konflik global yang melibatkan Britania di satu sisi dan Amerika Serikat, Prancis, Belanda, serta Spanyol di sisi lainnya.

Perang tersebut dimenangkan oleh Amerika Serikat dengan hasil yang turut memengaruhi konstelasi kekuatan global saat itu.

2. Kelahiran Ibu Kasur

Sandiah, atau lebih dikenal dengan nama Ibu Kasur, lahir di Batavia, Hindia Belanda, pada 16 Januari 1926 dan meninggal dunia di Jakarta pada 22 Oktober 2002 dalam usia 76 tahun.

Ia merupakan seniman sekaligus tokoh pendidikan anak Indonesia. Ibu Kasur meninggal di Rumah Sakit Cikini, Jakarta, akibat serangan stroke. Ia dimakamkan di samping makam suaminya, Pak Kasur, di Desa Kaliori, Kalibagor, Banyumas, Jawa Tengah.

 

3. Perang Teluk I

Perang Teluk Persia atau Perang Teluk I dimulai pada 16 Januari 1991. Saat itu, Presiden Amerika Serikat George H.W. Bush mengumumkan dimulainya Operasi Badai Gurun sebagai tanggapan Pasukan Sekutu atas invasi Irak ke Kuwait yang kaya minyak.

Perang yang melibatkan 35 negara ini dipimpin langsung oleh Amerika Serikat, dengan serangan udara besar-besaran terhadap Irak.

4. Presiden Kongo Dibunuh

Laurent-Désiré Kabila (27 November 1939 – 18 Januari 2001) merupakan Presiden Republik Demokratik Kongo sejak Mei 1997, menggantikan Mobutu Sese Seko. Ia tewas dibunuh pada Januari 2001 dan kemudian digantikan oleh putranya, Joseph Kabila.

5. Meninggalnya Aktivis Perempuan Mien Soedarpo

Mien Soedarpo, yang memiliki nama lahir Minarsih Wiranatakusumah, lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 25 Januari 1924 dan meninggal dunia di Jakarta pada 16 Januari 2013 dalam usia 88 tahun.

Ia dikenal sebagai tokoh aktivis perempuan Indonesia. Mien pernah menjabat sebagai Ketua Women's International Club periode 1978–1980 dan kembali terpilih untuk periode 1988–1990.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Target Tinggi Timnas Indonesia di Tengah Sambutan Dingin Suporter: John Herdman Harus Buktikan di FIFA Series dan Piala AFF 2026
• 13 jam lalubola.com
thumb
Keinginan Laras Faizati Setelah Bebas Bersyarat
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Libur Isra Mikraj, 3.000 Pengunjung Kunjungi Ragunan di Jumat Pagi
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Selain Sumut, Sumbar Juga Minta Dana TKD untuk Penanganan Bencana
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Mayat Pria Tanpa Identitas Mengapung di Kali Ciliwung, Ada Luka Lebam di Wajah
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.