Dana Penelitian Naik 50%, Fokus ke Sektor Pangan hingga Industri

tvonenews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria menyampaikan Presiden Prabowo menyetujui menambah anggaran dana riset atau penelitian nasional hingga 50 persen.

Hal tersebut disampaikan Arif usai pertemuan Presiden bersama sekitar 1.200 guru besar, rektor, dan dekan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 15 Januari 2026.

"Namun hal yang sangat menggembirakan pada hari ini adalah bahwa beliau konsen soal peningkatan dana penelitian. Jadi jumlah dana penelitian di Indonesia saat ini kan baru 8 triliun ya. Beliau punya komitmen dan tadi sudah menyampaikan dan ini disambut gembira oleh para guru besar bahwa jumlah yang akan ditingkatkan sekitar 50 persen dari dana yang sekarang ini," ucap Arief. 

Ia menambahkan, penambahan anggaran ini penting karena dana penelitian Indonesia saat ini baru sekitar 0,3 persen dari PDB, jauh tertinggal dibandingkan negara lain.

"Karena saat ini dana riset yang ada di Indonesia baru sekitar 0,3 persen dari PDB. Ini jumlah yang sangat jauh dibandingkan dengan negara-negara lain," ucapnya.

Arif menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo menekankan pentingnya membangun optimisme masa depan bangsa. 

Dengan penambahan anggaran tersebut, Arif berharap riset dapat menopang berbagai program strategis nasional. 

"Nah, dengan jumlah yang besar ini, maka kita diharapkan bisa me-support berbagai program-program yang strategis yang bisa mendongkrak. Satu, pertumbuhan ekonomi. Kedua, mengatasi kemiskinan. Kemudian juga menciptakan lapangan kerja," ujarnya. 

Arif mengatakan bahwa pemerintah bakal fokus kepada peningkatan pangan di Indonesia. "Tentu sesuai dengan arah Bapak Presiden, Bapak Presiden fokus pada pangan," ucap dia. 

BRIN juga menyiapkan penguatan riset di sektor tekstil, sepatu, hingga industri strategis lain seperti dirgantara. Arif menyinggung pengembangan pesawat N219 hasil kolaborasi BRIN dan PT Dirgantara Indonesia.

"Karena N219 yang sudah disiapkan antara BRIN dan PT DI, ini juga harus segera dipercepat. Moga-moga awal tahun 2027 atau akhir 2026 sudah bisa selesai risetnya, kemudian kita bisa menghasilkan pesawat Amfibi," pungkas dia.


 

VIVA/Rahmat Fatahillah Ilham


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pelatih Kamboja Pede Bisa Lolos ke Semifinal ASEAN Championship 2026 meski Satu Grup dengan Timnas Indonesia dan Vietnam
• 4 jam lalubola.com
thumb
Dugaan Korupsi Kuota Haji, Mantan Menag Yaqut Membantah:  Saya tidak Terima Sepeser pun
• 10 jam lalurealita.co
thumb
KPK Kembangkan Kasus Suap Pajak PT Wanatiara, Bidik Direksi dan Pejabat DJP Pusat
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Polisi Tangkap 2 Pria yang Masturbasi di Bus TransJakarta
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Tragis! Siswa SMP di Padangsidimpuan Tewas Tertimpa Pohon saat Pulang Sekolah
• 22 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.