Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Indonesia kekurangan lebih dari 100 ribu dokter. Anggota DPR dari Fraksi Nasdem, Irma Suryani Chaniago, menyinggung momok uji kompetensi bagi calon dokter.
"Sebetulnya mahasiswa kedokteran yang sudah selesai kuliah dan praktek di rumah sakit masih banyak yang terganjal uji kompetensi untuk bisa mendapatkan STR (surat tanda registrasi) dan SIP (surat izin praktek)," kata Irma kepada wartawan, Jumat (16/1/2026).
Ketua DPP NasDem itu mengaku bingung dengan keadaan itu. Menurutnya, persoalan ini harus ada jalan keluar.
"Jika sebuah universitas mendapatkan akreditasi bagus, kok bisa lulusannya sulit lulus dari uji kompetensi, bahkan karena uji kompetensi ini menjadi momok banyak calon dokter yang stres bahkan sampai ada yang bunuh diri karena sampai 15 kali ikut uji kompetensi tidak lulus lulus juga," tutur Irma.
"Mendikti sebaiknya jangan obral akreditasi yang kemudian menjadi kontraproduktif terhadap kualitas lulusan yang terbukti puluhan kali ikut uji kompetensi tapi gagal," lanjutnya.
Menurutnya, saat ini yang terpenting adalah dokter spesialis dan sub spesialis. Ia mengusulkan Pemerintah membantu dokter-dokter umum di daerah untuk disekolahkan menjadi dokter spesialis atau sub spesialis.
"Saya usul sebaiknya pemerintah menyekolahkan dokter-dokter umum di daerah untuk mengambil specialis, toh sudah ada aturan yang menegaskan after lulus mereka wajib mengabdi di daerahnya, yang tidak patuh pemerintah dan menkes tidak akan memberikan izin praktik untuk yang bersangkutan," jelasnya.
(isa/lir)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473258/original/062222800_1768395966-Screenshot_20260114_164206_Gallery.jpg)

