Usai Divisum, Jenazah Pendaki Syafiq Ali Dibawa ke Magelang

rctiplus.com
12 jam lalu
Cover Berita

PURBALINGGA, iNews.id – Jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki pelajar asal Magelang yang telah dievakuasi dari puncak Gunung Slamet dibawa ke rumah duka di Kota Magelang, Kamis (15/1/2026) malam. Jenazah Syafiq dibawa ambulans dengan pengawalan personel Polres Purbalingga. 

Sebelum dibawa ke rumah duka, jenazah Syafiq menjalani visum oleh tim medis RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata, Purbalingga. 

Ayahanda Syafiq terus mendampingi putra tercintanya sejak proses penurunan jenazah dari jalur pendakian hingga tiba di kamar mayat. Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kepergian Syafiq sebagai musibah.

Karena pihak keluarga sudah menerima kejadian ini, polisi hanya melakukan visum luar dan tidak melakukan autopsi mendalam.

"Keluarga sudah ikhlas, sehingga hanya dilakukan visum luar. Setelah proses pemulasaraan dan dimandikan di rumah sakit, jenazah langsung kami berangkatkan ke rumah duka di Magelang," kata Wakapolres Purbalingga, Kompol Agus Amjat.

Penyebab Kematian

Berdasarkan hasil visum luar yang dilakukan tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia akibat terserang hipotermia atau kedinginan ekstrem. Syafiq diketahui telah meninggal 15 hari lalu sebelum ditemukan tim SAR. 

Proses visum luar dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari tim dokter RSUD Goeteng, tim Dokkes, serta Satuan Inafis Polres Purbalingga. 

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan waktu kematian serta melihat apakah terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dokter RSUD Goeteng, dr Gunawan menjelaskan, pemeriksaan memakan waktu sekitar satu jam. Hasilnya memperkuat dugaan bahwa korban tidak mampu bertahan di tengah cuaca ekstrem gunung.

"Dari hasil visum luar, diketahui korban sudah meninggal dunia sekitar 15 hari yang lalu. Penyebab utamanya adalah hipotermia," ujar dr Gunawan usai pemeriksaan.

Tragedi ini bermula saat Syafiq melakukan pendakian "tektok" (mendaki-turun dalam sehari) bersama rekannya, Himawan, melalui Basecamp Dipajaya, Pemalang, pada Sabtu (27/12/2025).

Pada 29 Desember 2025, Himawan ditemukan selamat di sekitar Pos 9, namun Syafiq dinyatakan hilang kontak.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan operasi selama 18 hari di tengah medan ekstrem.

Hasilnya, 14 Januari 2026, Jenazah Syafiq akhirnya ditemukan di jurang kedua lereng Pos 7, dekat jalur pendakian Gunung Malang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Perkuat Lini Belakang, Persik Kediri Datangkan Bek Asing Asal Spanyol
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemerintah Terbitkan 156 Izin Prodi Spesialis Kedokteran, Dorong Lompatan Riset dan Industri Nasional
• 18 jam lalupantau.com
thumb
5 Berita Terpopuler: Keputusan Penting Diteken, Gaji Guru PPPK Paruh Waktu 2026 Naik 87,5%, Sudah Adil?
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Tanggul Kalimalang Jebol, Ratusan Rumah di Karawang Terendam Banjir 
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Ada Eks Arsenal di Rekrutan Anyar Persik Kediri, Ini Yang Diharapkan Darinya
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.